Lebih Dari 60 Motif Batik Tulis Salem Brebes Ada di Pasaran

Kecamatan Salem, Brebes, Jawa Tengah, menghasilkan batik tulis yang dikreasi para perempuan di Desa Bentar, Bentarsari, dan Ciputih. Motif-motifnya khas. Jabat tangan yang dimaknai sebagai "selamat" jadi motif yang merujuk pada makna asal daerahnya.

Lebih Dari 60 Motif Batik Tulis Salem Brebes Ada di Pasaran
Berbagai motif batik Salem. (Missnidy)

Inibaru.id – Pekalongan telah lama dikenal sebagai sentra produksi batik di Indonesia. Produknya ada di mana-mana. Lebih dari itu, batik Pekalongan juga menjadi inspirasi batik-batik di wilayah sekitarnya seperti Brebes dengan Batik Salem-nya.

Pertalian batik Pekalongan dengan Brebes memang nggak terjadi secara langsung. Konon, batik Salem dikembangkan seorang putri pejabat dari Pekalongan yang menikah dan menetap di Desa Bentar, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada awal 1900-an.

Bermula dari mengunjungi Salem, sang putri kemudian jatuh cinta pada seorang pemuda setempat. Setelah menikah dan menetap di sana. Dia mulai mengenalkan teknik membatik pada masyarakat Salem, khususnya perempuan.

Keberadaan batik yang seluruhnya adalah batik tulis tersebut pun kian berkembang, terutama setelah didukung Bekraf. Dari industri rumahan, sentra-sentra produksi batik mulai bermunculan, yang diiringi dengan kian banyaknya variasi motif batik Salem di pasaran.

Proses pembuatan batik Salem. (Rachman14.wordpress)

Dari sekitar 60-an motif, “Tinemu” dan “Bagja” merupakan dua motif yang belakangan dikembangkan. Selain itu, ada motif-motif “klasik” yang sudah ada dan banyak diburu masyarakat, yaitu Kopi Pecah, Manggar, dan Ukel. Ketiga motif tersebut memiliki ciri khas warna hitam dan putih.

Bekraf juga mengembangkan motif khas Salem yang merepresentasikan masyarakat setempat, yaitu motif berbentuk berbentuk tangan yang akan bersalaman. Ini terinspirasi dari kata “salem” yang berarti “salam” atau “selamat”.

Kemudian ciri lain yang dimunculkan yaitu motif dengan latar belakang flora dan fauna yang cenderung meruncing atau menunjuk ke atas. Motif itu tercipta berdasarkan hasil penelitian yang menyatakan bahwa orang Salem itu dekat dengan Tuhan, manusia, dan alam.

Sejumlah model mengenakan rancangan Poppy Dharsono yang bermotif batik Salem khas Brebes dalam Jakarta Food and Fashion Festival beberapa tahun silam. (Liputan6/Faizal Fanani)

Tertarik? Untuk memilikinya, kamu bisa datang langsung ke Desa Bentar, Bentarsari, dan Ciputih yang ada di Kecamatan Salem. Kamu juga bisa membelinya via daring dengan harga sekitar Rp 300 ribuan untuk selembar kain batik Salem berukuran 220 x 115 sentimeter

Wah, wah, boleh juga ya menjadikan batik Salem sebagai pemanis penampilanmu! (IB20/E03)