Kerupuk Petis Kendal Favorit Para TKI

Kerupuk Petis Kendal Favorit Para TKI
Kerupuk Petis. (rumah05.blogspot.com)

Di Kendal ada pabrik pembuatan kerupuk yang tiap harinya memproduksi 1,2 ton kerupuk, lo. Selain dipasarkan ke daerah-daerah di sekitarnya, kerupuk petis ini juga seringkali dibeli para TKI sebelum mereka kembali bekerja.

Inibaru.id – Makan memang kurang semarak kalau nggak ada yang kriuk-kriuk seperti kerupuk. Nah, di Kendal, Jawa Tengah ada kerupuk khas yaitu kerupuk petis. Nggak cuma karena enak aja nih, kerupuk ini juga sudah go international, lo!

Sering kali kerupuk produksi Edi Warjiyanto itu dibeli oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk oleh-oleh saat kembali ke negara tempat mereka bekerja, sehingga kerupuk petis secara nggak langsung juga dikenal di luar negeri. Pemesanan juga datang paling banyak dari luar kota seperti Jepara, Semarang, Pekalongan, Solo, serta Yogyakarta.

Berada di RT 2 RW 3 Kelurahan Sijeruk, Kecamatan Kendal, pabrik kerupuk milik Edi memproduksi dua jenis kerupuk. Ada kerupuk petis ikan dan petis udang.

Bisnis Warisan Orang Tua

Usaha ini sebenarnya warisan ibu Edi, Millens. Di tangannya, pabrik ini berkembang pesat. Produksi kerupuk yang tadinya satu kuintal atau 0,1 ton dalam seminggu, naik menjadi 1,2 ton per hari. Wah!

Proses pengemasan kerupuk oleh pekerja pabrik kerupuk. (Tribunjateng.com/Dhian Adi Putranto)

"Saat ini, dirinya membuka tiga cabang pabrik pembuatan kerupuk, di antaranya di Kelurahan Tunggulrejo dan dua pabrik di Desa Cempokomulyo, Kecamatan Gemuh," ujarnya, seperti ditulis Tribunnews.com, Rabu (18/4/2018).

Kamu nggak akan menyangka kalau pabrik ini masih menggunakan alat-alat manual. Karena itu, untuk membuat menghasilkan kerupuk sebanyak 1,2 ton Edi mempekerjakan 25 orang.

Setiap hari Edi dan pekerjanya mengolah 9 ton tepung tapioka. Wah banyak banget ya. Tepung itu dibeli dari Desa Ngemplak, Kabupaten Pati. Sedangkan untuk ikan dan udang, dia membeli dari Kabupaten Kendal.

Proses pembuatan kerupuk ini nggak beda dengan proses pembuatan kerupuk lain, Millens. Tepung dan bahan-bahan lain diuleni dan dibentuk memanjang. Selanjutnya adonan direbus lalu dijemur. Barulah adonan diiris tipis dan dibumbui. Setelah itu irisan kerupuk dijemur kembali hingga benar-benar kering. Tahap berikutnya pengemasan dan pemasaran.

"Kami mengemasnya dengan ukuran seperempat kilogram tiap kemasan dan dijual dalam bentuk satu paket yang isinya sebanyak 20 buah atau lima kilogram dengan harga Rp 72.000," ujar Edi. 

Kalau Millens suka kerupuk petis ikan apa udang? (IB07/E05)