Kredit Lapak, Pinjaman Modal untuk Pedagang Kecil di Pasar Jateng

Kredit Lapak, Pinjaman Modal untuk Pedagang Kecil di Pasar Jateng
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo bersama Bank Jateng kembali meluncurkan kemudahan dan kemurahan kredit bagi usaha kecil menengah dengan bunga dua persen. Program kerdit ini bernama Kredit Lapak. (Dok Pemprov Jateng)

Kini, pedagang kecil di pasar bisa mengajukan pinjaman usaha kepada Bank Jateng. Dengan bunga yang hanya dua persen, tentunya ini nggak memberatkan bagi mereka, kan?

Inibaru.id - Banyak orang mengeluh harga-harga serba mahal akibat kenaikan BBM awal September lalu. Namun,  sebagian orang menganggap keadaan ini justru menjadi sebuah tantangan untuk berusaha dan berinovasi lebih giat lagi.

Mendukung para pedagang kecil yang terus bersemangat untuk tetap berjualan pasca-kenaikan BBM, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama Bank Jateng kembali meluncurkan kemudahan dan kemurahan kredit bagi usaha kecil menengah di Jateng dengan bunga dua persen. Program kredit ini bernama Kredit Lapak.

Nggak hanya Kredit Lapak yang dikhususkan untuk pedagang kecil tradisional, Bank Jateng juga membuka program Kredit Mitra Jateng 25 dengan bunga tiga persen untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Pada Jumat (9/9/2022) pemerintah dan Bank Jateng melakukan penandatanganan serentak di Unit Layanan Mikro Bank Jateng dengan total 413 debitur (penerima) senilai lebih dari Rp 6 miliar.

“Masih dalam merespons kenaikan BBM, Bank Jateng meresponsnya untuk usaha kecil menengah. Salah satunya Kredit Lapak. Mudah, murah, terimanya utuh, dan suku bunganya cuma dua persen,” kata Ganjar, seusai Launching Kredit Mitra Jateng 25 dan Kredit Lapak di halaman Bank Jateng Cabang Surakarta, Jumat (9/9/2022).

“Itu betul-betul untuk UKM saja, termasuk mereka yang sudah bekerja, mohon maaf, di pasar. Seperti tadi kita lihat produk mereka ada jamu, sembako, gorengan, dan macam-macam. Insyaallah ini akan membantu mereka di tengah situasi yang sulit,” tambah Ganjar.

Kredit Mitra Jateng 25

Ganjar Pranowo berharap bantuan  tersebut dapat menyelesaikan masalah akses permodalan. (Dok. Pemprov Jateng)
Ganjar Pranowo berharap bantuan  tersebut dapat menyelesaikan masalah akses permodalan. (Dok. Pemprov Jateng)

Sebelumnya, pemerintah dan Bank Jateng sudah menginisiasi Kredit Mitra Jateng 25, dengan plafon maksimal Rp 25 juta. Menyikapi kenaikan BBM ini, bunga pinjaman yang semula tujuh persen diturunkan menjadi hanya tiga persen.

Ya, di tengah kondisi sulit ini, banyak usaha gulung tikar karena nggak cukup modal ya, Millens? Oleh karena itu, Ganjar mengapresiasi langkah Bank Jateng memberikan kredit yang mudah dan murah. Dia berharap bantuan itu dapat menyelesaikan masalah akses permodalan.

“Kami mengapresiasi karena dalam situasi yang sulit ini Bank Jateng ikut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan itu sehingga masyarakat dalam akses permodalan dimudahkan, digampangkan, dan relatif bunganya sangat rendah sekali,” ujar Gubernur Ganjar.

Bantuan permodalan bagi pedagang kecil pada situasi seperti ini sangatlah membantu. Mereka membutuhkan suntikan dana agar roda perekonomiannya tetap berputar. So, semoga kemudahan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh mereka yang membutuhkan, ya! (Siti Khatijah/E03)