Dari Daun Jati, Mahasiswa Universitas Diponegoro Ciptakan Sabun Khusus untuk Pemerah Susu

Tiga mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) membuat sabun antiseptic dari daun jati. Temuan mereka sangat berguna untuk para pemerah susu sapi. Yuk simak berita selengkapnya.

Dari Daun Jati, Mahasiswa Universitas Diponegoro Ciptakan Sabun Khusus untuk Pemerah Susu
I-Care yang dibuat dari ekstrak daun jati akan mencegah penyebaran bakteri pada susu perah dan kelenjar mamari. (Dok. Undip)

Inibaru.id - Mungkin selama ini orang mengira daun jati hanya dimanfaatkan untuk membungkus makanan atau bahan pewarna. Tapi di tangan tiga mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang ini, daun jati diubah menjadi sesuatu yang berbeda dan. Menariknya, temuan mereka sangat bermanfaat bagi para pemerah susu. 

Adalah Susan, Prasetyo, dan Tituk yang mengekstrak daun jati jalar merah dan menjadikannya cairan antiseptik. Mereka memberi nama produk ini I-Care: Antiseptik 2-in-1. Sudah ada dua macam produk yang mereka pasarkan yaitu hand sanitizer dan gel puting.

I-Care diklaim dapat menurunkan jumlah bakteri pada mereka yang saban harinya memerah susu. Selain itu, tangan higienis juga baik untuk menjaga kesehatan kelenjar mammary sapi perah.

“Hasil penelitian di laboratorium kami, menunjukkan antiseptik (I-Care) dengan konsentrasi 0,02% ekstrak daun jati merah sudah terbukti efektif. Efektifnya sama dengan antiseptik komersial yang menggunakan povidone iodine 10% sebagai antibakteri untuk teat dipping," kata Susan seperti dikutip dari Idntimes, Senin (24/6).

Temuan ini akan diajukan pada Program Kreativitas Mahasiswa 2019 tingkat nasional. Mereka berharap masyarakat peduli pada sanitasi tangan peternak dan ternaknya.

Nggak hanya itu, produk I-Care akan bekerja sama dengan perusahaan yang telah memproduksi barang sejenis. Cara ini digunakan agar inovasi mahasiswa di kenal lebih luas. Sekaligus mempopulerkan penggunaan antiseptic 2-in-1 yang berbahan herbal lebih aman.

“Jadi lebih aman bagi peternak dan ternaknya,” tutur Prasetyo.

Berawal dari pemerah susu

Sebelumnya, para peternak sapi mencelupkan puting sapi ke dalam larutan antiseptik pascapemerahan selesai. Hal itu dilakukan untuk mencegah susu tercemar bakteri. Masalahnya, antiseptik yang dipakai meninggalkan residu karena berbahan kimia.

"Jika susu yang mengandung residu kimia dikonsumsi oleh manusia bukannya sehat yang didapat tapi malah berbahaya bagi kesehatan," ujar Tituk.

Permasalah itulah yang mengispirasi ketiga mahasiswa ini menciptakan I-Care: Antiseptik 2-in-1. Mereka menyadari bahwa bakteri yang ada pada puting sapi akan berkembang dan menyebabkan mastitis pada sapi perah. Mastitis akan sangat merugikan peternak. Sebab Industri Pengolah Susu (IPS) nggak mau beli susu dari sapi yang terjangkit mastitis.

Penggunaan I-Care: Antiseptik 2-in-1 diharapkan dapat membantu pemerah susu sapi dalam menurunkan jumlah bakteri dan menghindari mastitis.

Bagaimana, kreatif kan sobat millens? (MG21/E05)