Kopi Maju 57: Hadirkan Minuman Unik dengan Rasa Jajanan Lokal

Kopi Maju 57: Hadirkan Minuman Unik dengan Rasa Jajanan Lokal
Kedai Kopi Maju 57 yang menggunakan konsep serba merah putih. (Julia Dewi Krismayani/ Inibaru.id)

Bisnis kuliner kini lagi hits di kalangan kaum milenial. Beragam varian rasa minuman yang unik pun jadi andalan. Salah satunya adalah kedai Kopi Maju 57 yang mengangkat cita rasa jajanan enting-enting khas Salatiga.

Inibaru.id - Nama Kopi Maju 57 diambil dari visi semangat hidup atau usaha yang semakin maju ke depan. Nuansa merah putih pada kedainya semakin  memperkuat makna dari nama tersebut. Kurang lebih ala-ala semangat 45 gitu, Millens. Pemilihan angka 57 diambil dari suku kata terakhir penyebutan masing-masing angka sehingga jika dikombinasikan menjadi kata "maju".

Saat ini, Kopi Maju 57 sudah punya dua cabang atau yang mereka sebut sebagai koalisi. Koalisi pertama ada di GOR Tri Lomba Juang dan koalisi kedua berlokasi di Jalan Durian Raya No 34, Banyumanik.

Berawal dari candaan dengan istri

Meski bisnis kopinya direncanakan dengan baik, ternyata menu andalan Kopi Maju 57, yakni Es Enting Gepuk tercipta dari sebuah ketidaksengajaan lo.

"Saat meracik menu dan dicoba oleh istri, katanya rasanya kayak enting-enting. Akhirnya dari situ mulai bikin biar rasanya mirip enting-enting gepuk Salatiga," terang Firdaus , pemilik kedai Kopi Maju 57 pada Senin (20/3/2020).

Es enting gepuk (Indah Salimin/Line)
Es enting gepuk (Indah Salimin/Line)

Demi membuat rasa enting-enting di menu kopinya semakin kuat, Firdaus pun memutuskan untuk menambahkan enting-enting gepuk di dalam minumannya. Merek enting-enting yang digunakan pun nggak boleh sembarangan.

"Harus merk Cap Klenteng & 2 Hoolo Salatiga," tambahnya.

Enting-enting gepuk Cap Klenteng & 2 Hoolo ini adalah merek enting-enting pertama yang muncul di Salatiga dan kini diproduksi oleh generasi keempat. Kualitas dan rasa dari enting-enting tentu spesial.

Memilih untuk membuka kedai berukuran kecil

Alih-alih membuat kafe atau kedai kopi besar yang semakin menjamur di Semarang, Firdaus justru memilih untuk membuat sebuah kedai berukuran kecil. Selain menghemat biaya, alasan lain Firdaus melakukan hal ini adalah keinginannya untuk lebih mengutamakan traffic pelanggan daripada luas outlet.

Sayangnya, saat saya berkunjung ke lokasi koalisi pertama pada Sabtu (18/3), nggak bisa melihat ramainya pembeli kedai karena di Indonesia sudah ramai kampanye untuk di rumah aja akibat pandemi Covid-19.

Tertarik untuk mencicipi Es Enting Gepuk di Kedai Kopi 57 nggak nih, Millens? (Julia Dewi Krismayani/E07)