Kompor Oli Bekas, Inovasi Keren Yason Agapa, Berapa Harganya?

Kompor Oli Bekas, Inovasi Keren Yason Agapa, Berapa Harganya?
Kompor oli bekas inovasi pemuda Papua, Yason Agapa. (Twitter/jayapuraupdate)

Terinspirasi membuat kompor ramah lingkungan demi memaksimalkan limbah oli bekas, kompor oli bekas inovasi pemuda Papua Yason Agapa sudah dibeli lebih dari 50 orang di Jayapura dan Nabire.

Inibaru.id – Seorang pemuda Papua berama Yason Agapa dari Kecamatan Deiyai, Provinsi Papua, menciptakan sebuah inovasi luar biasa berupa kompor oli bekas. Menurut mahasiswa Universitas Cenderawasih tersebut, kompor ini ramah lingkungan.

Yason mengklaim, kompor tersebut mampu menjadi solusi limbah oli bekas yang selama ini dibuang dan mengotori alam. Lelaki yang baru menyelesaikan kuliahnya akhir 2020 lalu itu mengatakan, dia mengerjakan kompor oli bekas tersebut sebagai tugas akhirnya.

Membuat kompor oli bekas, terang Yason, nggak membutuhkan waktu yang lama, asalkan semua barangnya tersedia. Namun, karena kesulitan menemukan salah satu komponen, kala itu Yason sempat mengalami kesulitan.

"Paling susah mencari mesin blower, harus pesan dari luar," terang Yason, yang terpaksa memesan blower atau mesin peniup angin, bahan utama kompor oli bekasnya, seharga Rp 1 juta di Jayapura. “Produksinya selesai dalam satu jam kalau bahannya sudah lengkap."

Kompor oli bekas buatan Yason Agapa. (Twitter/jayapuraupdate)
Kompor oli bekas buatan Yason Agapa. (Twitter/jayapuraupdate)

Dalam menyalakan kompor, untuk membuat api menyala, sekurangnya butuh waktu lima menit. Waktu yang agak lama ini diperlukan lantaran mesin blower harus dioperasikan dulu, guna mendorong udara melalui pipa sepanjang satu meter menuju tungku.

Sementara, untuk oli bekas, Yason menampungnya pada galon bekas air minum kemasan yang ditempatkan lebih tinggi dari blower serta tungkunya. Penampung oli itu kemudian dihubungkan pada sebuah pipa berukuran kecil untuk mengalirkan oli ke tungku.

Jika udara dan oli sudah mencapai tungku, barulah api di tungku dinyalakan memakai korek api. Yason mengatakan, kompor ini aman untuk digunakan karena nggak mudah terbakar atau meledak. Empat bulan berselang, kompor ini sudah dibeli 50 orang dari Jayapura dan Nabire.

Dari segi harga, kompor oli bekas ini dibanderol cukup mahal, yakni sekitar Rp 2 juta per unit. Harga ini, ungkap Yason, disesuaikan dengan biaya produksi yang juga mahal. Namun demikian, dia menjanjikan kompor buatannya punya nyala api yang besar dan berbahan bakar murah.

Inovasi dan investasi yang menarik, nih! Kalau berbahan oli bekas, kamu kan bisa minta ke bengkel-bengkel kendaraan saja. Eits, tapi kalau semua orang pakai kompor ini, jangan-jangan oli bekas juga bakal dijual dengan harga yang mahal pula? Ha-ha.

Ah, sudahlah, jangan overthinking! Kerja bagus, Yason! (Bbc/IB09/E03)