Ketika Kopi, Hobi, dan Tjilik Coffee Jadi Perpaduan Epic

Ketika Kopi, Hobi, dan Tjilik Coffee Jadi Perpaduan Epic
Aji Permana Sakti dan keponakannya, Dika Prabowo para owner Tjilik Coffee. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Bisnis kedai kopi masih menjadi tren di Indonesia. Butuh inovasi dan kreativitas untuk bisa bersaing di bidang ini. Lalu, apa yang membuat unik si Tjilik Coffee?

Inibaru.id – Berawal dari ketertarikan Aji Permana Sakti dengan kopi, dia dan dua rekannya memberanikan diri memulai bisnis kopi. “Mumpung masih muda,” ungkap salah satu owner kedai kopi yang juga berprofesi sebagai desainer grafis ini. Meski baru berjalan selama 5 bulan, kedai kopi miliknya ini mampu membuat para pelanggan jatuh hati. Kedai kopi ini bernama Tjilik Coffee.

“Kenapa namanya Tjilik? Memangnya nggak mau gede?” tanya kawan-kawan Aji arti nama kedai ini.

Aji beranggapan, setiap hal yang ada di dunia ini berawal dari sari pati yang sangat kecil. Ditambah dengan konsep kedai yang mengusung tema rumahan, nama ini dinilai cocok untuk kedai kopi miliknya. Aji memang menghindari nama kedai yang terkesan puitis. Mainstream, katanya.

Anggun, salah satu pelanggan tetap Tjilik Coffee sedang menikmati kopi susu. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Kedai kopi yang berada di Jalan Sewan, Pudak Payung, Semarang ini menyediakan kopi terbaik yang ada di Nusantara. Misalnya saja kopi yang memiliki cita rasa buah-buahan seperti kopi dari Bandung, Agropuro, Garut, bahkan dari Papua. Kopi single origin menjadi menu andalan di Tjilik Coffee.

“Di kopi itu, kita melakukan hal yang sama tapi nggak ada bosennya. Soalnya penyajiannya juga bisa diulik menurut selera pembeli. Dan di balik kopi itu ada ceritanya. Dari petani sampai tangan konsumen, beda beda ceritanya. Nah, itu yang bikin kita nggak ada bosennya,” ungkap Aji.

Selain menu kopi, kedai ini juga menyediakan menu non-kopi untuk Millens yang nggak suka minum kopi. Uniknya lagi, menu non-kopi di sini bisa berubah-ubah, lo. Ini karena Aji ingin selalu berinovasi dengan menu non-kopinya. Supaya pelanggan nggak bosen juga.

Beberapa menu non-kopi yang tersedia di Tjilik Coffee. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Tjilik Coffee menawarkan nuansa kekeluargaan bagi para pelanggan. Di sini, Millens akan merasakan sensasi minum kopi seperti di rumah sendiri. Barangkali karena tempatnya yang nggak terlalu luas membuat orang-orang saling berinteraksi. Yang awalnya nggak kenal, jadi kenal deh. He he.Eits, jangan salah. Meski tempat ini minimalis, menurut si empunya kafe mereka bisa mengantongi untung hingga Rp 3 juta, lo.

Satu lagi keunikan Tjilik Coffee nih, Millens. Di sini nggak ada barista, tapi home brewer. Istilah keren ini dipilih supaya nggak tercipta jarak antara penjual dan pembeli. Jadi, Millens nggak perlu merasa sungkan untuk sekadar bertanya-tanya tentang kopi dan cara meraciknya.

Gimana? Sudah mulai tertarik icip-icip kopinya tapi mager? Jangan kuatir, semua menu juga bisa Millens pesan lewat aplikasi ojek daring kok. (Dyana Ulfach/E05)