Kerajinan Kulit Asal Batang ini Laris Manis di Mancanegara

Kerajinan Kulit Asal Batang ini Laris Manis di Mancanegara
Sepatu kulit jadi salah satu produk unggulan. (jateng.tribunnews.com)

Di tangan puluhan warga Desa Masin, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kulit bisa jadi kerajinan cantik dan berkualitas. Bahkan, produknya menembus pasar internasional. Hm, apa saja ya?

Inibaru.id – Sejak puluhan tahun silam, puluhan warga di Desa Masin, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, sudah biasa menyulap kulit menjadi tas, dompet, ikat pinggang, sepatu, topi, dan lain-lain. Oya, kamu bisa temukan semua produk ini di sentra kerajianan kulit Kabupaten Batang, Millens. Sentra kerajinan ini juga jadi tempat pemasaran produk.

Tahap Pengolahan Kulit Mentah

Sebelum dijadikan kerajinan, pastinya kulit mentah yang masih ada bulunya bakal diproses supaya awet dan halus yang biasa disebut disebut proses penyamakan. Warga Desa Masin menerapkan tiga tahapan yaitu pengerjaan basah, penyamakan, dan finishing.

Pertama, kulit mentah diawetkan dengan garam untuk membunuh bakteri dan mengurangi kadar air. Kulit dipotong sesuai kebutuhan setelah lemaknya dibuang. Tahap kedua adalah penyamakan, hebatnya, mereka masih setia pakai bahan alami. Kulit direndam di dalam bak yang isinya larutan ekstrak nabati yang didapat dari kulit akasia.

Sejumlah perajin membersihkan kulit sapi di kawasan Desa Masin. (beritadaerah.co.id)

Setelah direndam, kulit dikeringkan lagi. Kemudian masuk ke tahap finishing ketika dihaluskan. Kulit yang sudah melalui tiga proses penyamakan akan dipotong-potong sesuai Desain. Potongannya dihaluskan lagi lalu dijahit dan dilem. Wah, panjang juga ya prosesnya, tapi semua sebanding dengan hasil penyamakan yang apik!

Perajin kulit Desa Masin menjahit dompet kulit. (kerajinanindonesia.id)

Salah satu perajin kulit yang produknya sukses menembus pasar Australia adalah Subaedi. Bersama lima karyawannya, pria berusia 56 tahun ini mampu memproduksi ratusan produk dalam satu bulan. Usaha yang dirintis sejak 1985 memiliki omzet yang bisa mencapai puluhan juta karena dipasarkan di kota-kota besar di seluruh indonesia, Papua, dan Australia.

Proses produksi kerajinan kulit Subaedi terletak di sentra kerajinan kulit Kabupaten Batang. (jateng.tribunnews.com)

Karena produknya bermacam-macam maka harga produknya dipatok dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah menyesuaikan kualitas dan kerumitan produk. "Kalau dari harga relatif dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah bergantung kualitas dan kerumitan pesanan," terangnya, pada jateng.tribunnews.com (26/7/18).

Kreatif banget deh Millens. Pastinya kamu nggak akan kecewa sama kerajinan kulit dari Desa Masin, karena produknya kuat dan awet! Wah, bisa dijadiin warisan turun temurun nih, he he. (MG13/E05)