Nurul Bikin Bisnis demi Banyak Orang

Muda dan punya keinginan mulia: memberdayakan banyak orang dengan bisnisnya. Dialah Nurul Maulidiya.

Nurul Bikin Bisnis demi Banyak Orang
Nurul Maulidiya (kanan) saat dikunjungi Kabid Pemetaan dan Penelusuran Iptek Kemenpora, Supadi. (Kemenpora.go.id)

Inibaru.id – Nurul Maulidiya masih muda. Namun, hal ini sama sekali nggak membuat gadis kelahiran 7 November 1992 itu gentar menghadapi persaingan bisnis yang besar. Tujuannya cuma satu: melibatkan lebih banyak orang dalam usahanya. Hmm, mulia sekali nih, Millens!

Berawal dari usaha antaran (parcel) seserahan pernikahan yang digagas sejak 2015, Nurul saat ini mulai merambah bisnis Wedding Organizer (WO). Usaha itu baru berjalan sekitar empat bulan lamanya, seperti ditulis Kompas.com, Selasa (12/12/2017).

Bisnis WO memang menjadi usaha idaman Nurul. Dia menyisihkan sebagian keuntungan dari usaha sebelumnya untuk merintis bisnis dengan jangkauan yang lebih besar tersebut. 

“Saat ini WO jalan empat bulan. Jadi, selain antaran (seserahan) kami juga menyediakan jasa make-up, dekorasi wedding, tenda, dan lain sebagainya,”ujar gadis yang menjalankan usaha di rumahnya, Jl Sekolah, Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau.

Baca juga:
Usaha Kaesang Promosikan Masakan Rumahan
Antara Harbolnas, Black Friday, dan Single Day

Nurul menjalankan bisnis WO-nya dengan sistem paket dengan tarif antara Rp 15-25 juta. Sementara untuk jasa membuat tempat antaran, satu kotak berhias yang didekor mirip kemasan parcel dia hargai Rp 50 ribu saja.

Dia nggak berpikir bahwa usaha ini untuk dirinya sendiri. Menurut perempuan lulusan S-2 Bahasa Inggris UIN Sultan Syarif Kasim Pekanbaru itu, dengan mengembangkan usahanya, bakal banyak warga yang juga bisa mengembangkan usaha baru

“Selain membuat antaran, masyarakat sekitar juga bisa membuat suvenir pernikahan,” kata dia.

Untuk menguat-kembangkan usahanya, Nurul menjalin kerja sama dengan sesama wedding organizer. Sementara untuk pemasaran produk, dia juga tergabung dengan organisasi gabungan UMKM. Dukungan dari Dispora dan pemerintah setempat juga mengalir untuk bisnisnya itu.

“Dispora ngasih pelatihan. Kelurahan juga memberi pinjaman modal untuk pengembangan usaha,” ujarnya senang.

 Nurul adalah satu dari 78 pemuda teknopreneur yang mengikuti pelatihan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Bersama peserta lain dari 34 provinsi, dia diberi pelatihan dan peningkatan kompetensi.

Baca juga:
Menengok Kampung Keramik Balong di Blora
Cilacap dalam Selembar Kain Batik

Bertempat di Bogor, Nurul dan kawan-kawan diberi Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pemuda Berbasis IPTEK dan IMTAK bertajuk “Pemuda sebagai Penggerak Sentra Pemberdayaan Pemuda di Desa” pada akhir Juli 2017 lalu.

“Program pelatihan Kemenpora harus dilanjutkan karena dapat meningkatkan dan memotivasi pemuda dalam pengembangan desa dan berwirausaha,” harap Nurul.

Hmm, semacam mimpi jadi kenyataan ya, Mbak Nurul? Semoga lancar jadi usaha yang lebih mapan! (OS/SA)