Sugeng Prayitno, Sukses Kreasikan Wayang Karton

Wayang karton yang dibuat oleh Sugeng Prayitno sering dijadikan sebagai media pembelajaran tentang budaya Jawa kepada anak-anak. Harganya yang cukup terjangkau serta bentuknya yang nggak kalah bagus dari wayang kulit menjadi nilai plus larisnya usaha milik pria asal Magelang ini. Yuk, cek cerita lengkapnya!

Sugeng Prayitno, Sukses Kreasikan Wayang Karton
Wayang Karton (kebumenekspres.com)

Inibaru.id – Sobat Millens pernah mendengar istilah wayang karton? Dibandingkan jenis wayang yang lain seperti wayang kulit dan wayang golek, wayang karton memang kurang populer di masyarakat..

Dari segi bentuk, wayang karton nampak mirip dengan wayang kulit. Namun ketika dipegang, kamu akan tahu perbedaannya. Yap! Wayang karton merupakan wayang yang dibuat dari bahan dasar kertas karton. Wah, bagaimana membuatnya ya?

Sugeng Prayitno merupakan seorang pengrajin wayang karton asal Kampung Tidar Sari, Kelurahan Tidar Selatan, Kota Magelang, Jawa Tengah. Melalui kreasi tangannya, selembar kertas karton dapat dia ubah menjadi sebuah karakter wayang yang menarik.

Dalam Suaramerdeka.com (17/05/2018), Sugeng menjelaskan bahwa detail pembuatan wayang karton hampir sama dengan wayang berbahan kulit, termasuk pewarnaan yang full colour.

Jika kualitasnya dibandingkan dengan wayang kulit, tentu kalah jauh. Namun wayang karton memiliki pasar tersendiri. Mereka yang membeli wayang karton kebanyakan para pelajar dan anak-anak yang pengin belajar budaya Jawa dalam cerita-cerita wayang.

”Kebanyakan konsumen yang memilih wayang karton karena harganya sangat ekonomis dibanding berbahan kulit. Kalau kulit biasanya dibeli oleh profesional,” kata Sugeng yang dikutip dari Kebumenekspres.com (6/5/2018),

Harga wayang yang dijual oleh Sugeng berkisar Rp 50 ribu hingga Rp 250 ribu per buah. Dia menjual sekitar 245 karakter pewayangan yang diambil dari tokoh Ramayana dan Mahabarata.

Kagum pada Cerita Pewayangan

Pria yang juga berprofesi sebagai guru ini mulai mendapat keahlian membuat wayang sejak usia remaja. Dia begitu kagum pada cerita serta tokoh-tokoh pewayangan. Sejak itulah dia hafal dengan semua karakter wayang, lekukan, cat warna, serta ukirannya yang kemudian dia tuangkan dalam kreasi wayang karton.

Sugeng menyebutkan, sejauh ini pemasaran karyanya sudah sampai ke luar daerah dan paling banyak ke Borobudur, Kabupaten Magelang. Di sana dia mampu menjual belasan hingga puluhan wayang karton setiap harinya. Wah!

Berawal dari hobi Sugeng Prayitno dapat membuka ladang bisnisnya sendiri. Semoga kisah Sugeng dan wayang kartonnya menginspirasi kita untuk terus nguri-uri budaya Jawa sambil berkreasi. (IB13/E05)