Wow! Tiga Mahasiswa Ini Ubah Jelantah Jadi BBM

Wow! Tiga Mahasiswa Ini Ubah Jelantah Jadi BBM
Mendapat penghargaan Internasional dari Malaysian Technology Expo (MTE). (youngster.id)

Kira-kira minyak jelantah di rumah kamu diapakan nih kalo udah nggak dipakai? Ternyata minyak jelantah bisa diubah menjadi bensin, keren kan Millens?

Inibaru.id – Hasil kolaborasi tiga mahasiswa UGM ini bisa jadi solusi permasalahan limbah rumah tangga yaitu minyak jelantah. Ketiganya adalah Abdul Afif Almuflih dan Khoir Eko Pamudi dari Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) serta Endri Giovani dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian.

Mereka melakukan penelitian tentang pengembangan biogasolin atau bensin nabati dari minyak jelantah (JECO-Gasoline). Penelitian tersebut mampu mengubah minyak jelantah menjadi biogasolin untuk bahan bakar alternatif sepeda motor. Wah!

Proses Pengolahan Minyak Jelantah

Langkah pertama, campur bentonit terpilar alumina (AI) dengan logam kadium (Cd). Selanjutnya adalah proses pemanasan minyak jelantah dalam oven listrik. Uap hasil pemanasan tersebut bakal dialirkan ke campuran zat kimia dan akan keluar lagi dalam bentuk minyak.

Mahasiswa Departemen Kimia Fakultas MIPA, UGM, Abdul Afif Almuflih mendemonstrasikan pengolahan minyak jelantah. (beritasatu.com)

Kemudian dilakukan penyulingan untuk memisahkan biogasolin dan biodiesel dalam minyak tersebut.  Biogasolin ini yang nantinya jadi bahan bakar alternatif. Oya, bahan bakunya nggak harus minyak jelantah kok, kamu juga bisa pakai minyak goreng sebagai gantinya. 

“Hasilnya bisa memproduksi sekitar 42% biogasolin (bensin) dan 29% biodiesel (biosolar). Dengan begitu, dalam 1 liter minyak bisa memproduksi sekitar 420 ml yang terdiri dari 240 ml biogasolin dan 180 biodiesel,” papar Afif seperti ditulis beritasatu.com, Kamis (31/3/2016).

Minyak jelantah, zat kimia, dan bensin yang dihasilkan. (voaindonesia.com)

Tim ini berhasil memenangkan empat penghargaan Internasional dan memboyong medali emas dari World Invention Intellectual Property Associaton (WIIPA), medali emas dari Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), medali perunggu dari Malaysian Technology Expo (MTE) Tahun 2016 dan penghargaan khusus dari Toronto International Society of Innovation and Advanced Skills (TISIAS) Kanada.

Harga minyak jelantah ini dinilai lebih ekonomis dari bensin yang sudah ada karena di Indonesia sendiri kelapa sawit sangat mudah ditemukan. Penggunaan minyak goreng juga lebih efisien jika diubah menjadi biogasolin. Keren banget ya! Semoga bisa dikembangkan menjadi alternatif bahan bakar yang terjangkau. (MG13/E05)