Jasa Katering Sahur dan Buka Puasa Murah Ala Nur Hidayati

Tinggal di kawasan sekitar kampus membuat Nur Hidayati harus pintar baca peluang. Setelah beberapa tahun fokus di bisnis kuliner kue basah, mulai Ramadan tahun ini dia merambah jasa katering khusus buka puasa dan sahur. Ide ini tercetus karena di lingkungan tempatnya tinggal banyak mahasiswa perantau a.k.a anak kos.

Jasa Katering Sahur dan Buka Puasa Murah Ala Nur Hidayati
Nasi kotak jasa katering makanan berbuka dan sahur. (Sejasa.com)

Inibaru.id – Waktu menunjukan tepat pukul dua siang saat saya mengunjungi rumah Nur Hidayati, di Tanjung Sari Dalam, Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. Kediamannya nggak jauh dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Suara bising aktivitas memasak terdengar dari dapur yang ada di samping rumahnya. Nur memang harus mempersiapkan bisnisnya yang baru saja dirilis.

Yap, mulai Ramadan ini, Nur memang harus memasak sejak siang untuk mempersiapkan bisnis makanan yang baru saja dia rintis. Dia membuka jasa katering khusus buka dan sahur. Beberapa tahun lalu sejatinya ibu dari Nur juga sempat membuka katering yang sama. Namun, kala itu posisi Nur hanyalah membantu menjalankan bisnis. 

Kepergian sang ibu pada 2014 menuntut Nur untuk mencari uang sendiri. Dia pun memantapkan diri di bisnis makanan, terutama kue basah. Nur memproduksi kue basah yang dia jual ke sekolah atau didistribusikan kepada para mahasiswa untuk dijual kembali.

Mulai dari risoles, bakwan, hingga beragam kue manis diracik sendiri oleh Nur setiap hari. Ratusan kue basah itu dibuatnya sendiri setiap hari, kemudian dijual seharga Rp 1.000 per buah.   

Memasuki Ramadan tahun ini, kesibukan Nur bertambah. Nggak hanya membuat adonan kue basah, dia juga harus memasak menu sahur dan buka setiap hari. Dia membuat nasi beserta lauknya untuk diantar menjelang waktu sahur dan berbuka. Dia mencoba mempraktikan apa yang mendiang ibunya lakukan saat masih hidup dulu.

“Setiap hari masak dari sore sampai sahur nggak berhenti. Beruntung, saya sudah terbiasa bikin kue dalam jumlah banyak, jadi kalau harus begadang seperti ini nggak masalah,” jelas Nur kepada Inibaru.id belum lama ini, sembari tangannya tak henti bergerak menyangrai bumbu masakan.

Nur Hidayati meracik bumbu untuk mempersiapkan pesanan menu buka puasa di kateringnya (Verawati Meidiana/Inibaru.id)

Ibu dua anak tersebut baru bisa beristirahat setelah salat Subuh. Istirahatnya pun nggak lama karena Nur harus kembali bekerja, yaitu membeli bahan masakan ke pasar, pada pagi harinya.

Menu buka dan sahur yang ditawarkan Nur memang tampak sederhana, tapi lengkap. Ada enam paket menu yang berbeda-beda. Tiga paket dengan lauk ayam dibanderol dengan harga Rp 10 ribu, sedangkan  tiga paket lainnya dengan lauk telur dihargai Rp 7 ribu. Semua paket tersebut sudah dilengkapi dengan nasi, sayuran, dan lauk tambahan seperti tempe dan tahu.

“Sayurnya tiap hari ganti, telur dan ayam juga diolah dengan bumbu yang berbeda-beda biar nggak bosan,” ungkap Nur terkait strategi marketing yang diterapkannya untuk menggaet pelanggan.

Kemudian, dia juga mengaku membebaskan ongkos kirim. Jadi, dengan harga segitu, makanan sahur dan buka sudah sampai ke tempat tinggal para pemesan.

Dibatasi

Harga murah yang dipatok Nur rupanya menjadi berkah tersendiri bagi dia. Sejak hari pertama, jasa katering Ramadan-nya sudah kebanjiran pesanan. Kebanyakan pelanggannya adalah anak kos yang tinggal di sekitar Undip. Padahal, kala itu dia hanya membagikan selebaran pengumuman untuk mempromosikan katering yang rencananya akan terus ada saban Ramadan ini.

Namun, karena Nur masih bekerja sendiri, dia membatasi jumlah pesanan yang masuk. Sementara ini, dirinya hanya membuat 60 pesanan per hari. Itu juga atas pertimbangan waktu sahur yang pendek karena hanya ada satu armada pengiriman yang dipegang langsung oleh suaminya.

“Waktunya kan cuma sebentar, kadang mahasiswa itu susah dipanggil-panggil dan nggak kunjung keluar. Buat antisipasi, sehari sebelum mengantar pesanan, suami saya sudah mengecek alamat para pemesan, supaya nggak kesulitan mencari alamat saat mengantar pesanan,” jelas Nur.

Gimana Millens? Katering punya Nur bisa jadi solusi buat kamu yang mager keluar kos untuk sahur nih. Atau, jangan-jangan kamu mau bikin usaha serupa, ya? Ha-ha. (Verawati Meidiana/E03)