Inisiasi Warga Jadikan Juwana Sebagai Sentra Produksi Kuningan

Inisiasi Warga Jadikan Juwana Sebagai Sentra Produksi Kuningan

Dari inisiasi warga, Juwana kini menjadi salah satu kecamatan di Indonesia yang memproduksi kuningan. Hm, seperti apa ya kisahnya?

Inibaru.id – Pengembangan produksi kuningan di Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, nggak lepas dari  kemauan warga setempat untuk mengembangkan usaha sebagai pengrajin kuningan. Dengan bahan baku barang bekas, industri itu tetap eksis hingga kini.

Yap, bahan baku yang tersedia cukup murah dan produk yang dihasilkan memiliki pangsa pasar yang luas, itulah alasan kenapa produksi kuningan di Juwana tetap bisa hidup higga saat ini.

Mulai dari suku cadang kompor gas, meteran air, keran air, gagang pintu, lampu hias, patung, miniatur, dan lain-lain, mereka produksi.

Kepiawaian warga dalam melebur kuningan ini diwariskan dari sosok yang dikenal sebagai Mbah Rewok. Dia adalah seorang  pekerja pembuatan jalan pantura yang diinisiasi oleh Daendels pada masa kolonialisme Belanda. Makam Mbah Rewok berada di Desa Pajeksan, Kecamatan Juwana.

Menjadi salah satu penggerak ekonomi di Juwana, bukan berarti industri kuningan yang mengalami kejayaan pada kurun 1990-1995 nggak pernah lesu, meski nggak betul-betul hancur.

Kondisi ekonomi yang sulit, sementara di waktu bersamaan pasar menuntut harga yang murah, memaksa sejumlah industri kuningan gulung tikar. Padahal, dulu jumlah pengusaha bisa mencapai 600 orang.

Karena itulah, saat ini banyak pengrajin yang juga merintis penjualan melalui daring untuk memudahkan transaksi. Dengan adanya laman resmi dari penjual, pembeli nggak harus datang langsung ke Juwana untuk melakukan pemesanan.

Wah, menarik! Semoga industri yang diinisiasi warga semacam ini terus berkembang ya, Millens! (IB20/E03)