Ini Kata Pemilik Plate O Semarang Soal Bisnis Kuliner

Ini Kata Pemilik Plate O Semarang Soal Bisnis Kuliner
Plate O chicken pocks. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

“Bisnis makanan itu bisnis sepanjang masa. Sederhananya, semua orang butuh makan,” ujar Tjahyadi Wijaya Suwignjo, pemilik Plate O Semarang.

Inibaru.id – Bisnis rintisan alias startup terus bermunculan sekurangnya dalam satu dekade terakhir. Nggak hanya di bidang IT, bisnis kuliner juga menjamur. Didominasi para anak muda, sebagian dari mereka mengaku sengaja keluar dari pekerjaan sebagai karyawan untuk "berdikari", termasuk di antaranya pemilik kedai Plate O Semarang, Tjahyadi Wijaya Suwignjo.

Bersama sang istri, Siska Kusuma Ningrum, keduanya bahu-membahu merintis bisnis daripada bekerja di sebuah perusahaan atau instansi. Setelah dijalani, ternyata keputusan mereka membuahkan hasil. Kini, pasangan yang tinggal di Semarang itu mantap memilih Plate O sebagai tumpuan hidupnya, selain agensi perjalanan dan pendidikan.

Keputusan Tjahyadi memilih usaha kuliner bukannya tanpa pertimbangan kuat, terlebih untuk konsumen Semarang yang konon suka pilih-pilih makanan. Hm, apa saja pertimbangan lelaki asal Kota Lunpia itu?

  1. Ikuti tren

Mengikuti tren artinya kamu harus inovatif, Millens. Namun, menurut Tjahyadi, mengikuti tren bukan berarti kita kehilangan identitas atau kekhasan dari makanan yang dijual.

“Plate O itu komitmen menyajikan makanan yang kekinian. Jadi kami selalu mengikuti tren. Misalnya tren keju mozzarella, tren sambal matah, dan lain sebagainya,” jelas Tjahyadi.

  1. Sesuaikan dengan selera orang Indonesia

Menu Plate  bisa dibilang hampir sebagian besar dari makanan khas luar negeri seperti western dan Japanese. Namun, sebisa mungkin mereka sesuaikan cita rasanya dengan lidah orang Indonesia tanpa menghilangkan keotentikan makanan tersebut. Ini bisa diterapkan untuk bisnis makanan apapun.

"Pastikan makanan yang kamu jual punya rasa yang sesuai dengan selera orang Indonesia," tuturnya

  1. Pelayanan berkualitas

Bisnis makanan pasti berhubungan langsung dengan pelanggan. Maksimalkan pelayanan dan sajikan menu terbaik yang kamu punya agar pelanggan suka dengan makananmu.

Lebih lanjut, Tjahyadi mengatakan, “Plate O selalu mengupayakan bahan makanan segar. Bahkan, daging sapi kami adalah daging impor.”

Plate O Japanese Beef Curry. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

 

  1. Pantang menyerah

Nah, dari semua tips yang diungkapkan Tjahyadi, satu hal yang nggak boleh lupa adalah ketekunan. Masalah dan kendala sangat wajar dialami setiap bisnis. Kuncinya, jangan mudah patah semangat!

“Kami harus trial dan eror berkali-kali sampai akhirnya restoran ini bisa bertahan hingga sekarang,” pungkasnya.

Nah, sekarang giliran kamu untuk mencoba membuka usaha ya, Millens! (Verawati Meidiana)