Ini Dia Studio Seni yang Merancang Jaket Denim Presiden Jokowi

Ini Dia Studio Seni yang Merancang Jaket Denim Presiden Jokowi
Presiden Jokowi mengenakan jaket denim buatan Never Too Lavish. (Netz.id)

Kamu masih ingat dengan jaket denim milik Presiden Jokowi yang sempat menyita banyak perhatian khalayak? Yap, jaket itu bergambar kepulauan Indonesia yang seolah terbelah. Penasaran siapa desainernya?

Inibaru.id – Kreativitas anak muda Indonesia memang nggak ada surutnya, ya. Ada saja hal unik dan menarik yang mereka buat. Seperti yang dilakukan oleh studio seni yang satu ini.

Namanya adalah Never Too Lavish. Studio seni tersebut beranggotakan anak-anak muda yang jago desain, lo. Itulah kenapa, kelebihan produk buatan mereka terdapat pada desainnya yang dijamin sangat unik. Saking kerennya, Presiden Jokowi pernah menggunakan salah satu produk buatan mereka!

Yap, balutan jaket denim Presiden Jokowi yang belakangan ini jadi perbincangan masyarakat adalah buatan mereka. Jaket tersebut diributkan karena memiliki gambar gugusan pulau nusantara berwarna merah yang seolah-olah terbelah.

Nah, terlepas dari komentar positif maupun negatifnya, produk buatan Never Too Lavish pastinya sangat keren. Usut punya usut, perancang jaket itu adalah seniman desain grafis berbakat Never Too Lavish bernama Bernhard Suryaningrat.

Sneaker Lukis Custom

Nggak cuma menggambar pada jaket lo, studio seni ini juga mengerjakan sneaker lukis custom. Sst, sepatu desain mereka dibanderol hingga belasan juta, lo. Wah!

Harga ini sebanding dengan kualitas dan dijamin orisinal. Desain mereka nggak akan dijumpai di tempat lain. Jadi nggak ada yang bakalan sama gambarnya.

Orang-orang di studio ini juga biasa mendesain di media apa saja termasuk tembok. Mural yang mereka buat unik dan nggak ada yang sama. 

Produk desain sepatu Never Too Lavish. (Bombastis.com)

Awalnya, Never Too Lavish merupakan sebuah wadah perkumpulan teman sesama kuliah yang memiliki hobi di dunia seni dan desain. Setelah Bernhard Suryaningrat bergabung Never Too Lavis mulai fokus untuk berbisnis modifikasi desain. Sosok pria yang akrab disapa Abenk ini, membawa perubahan besar dalam studio seni tersebut.

Belum genap setahun Bernard bergabung, sudah ada lebih dari 400 pesanan yang dikerjakan. Namun kesuksesan tersebut bukan berarti tanpa kendala. Saat awal merintis, mereka harus menghadapi masalah pada pembuatan produk karena mereka memulainya dari nol dan belajar secara mendiri.

 “Karena untuk bikin pola sepatu sendiri, kamu harus bikin pola langsung jadi. Kadang kamu udah mikir bener, tapi pas dilem, polanya salah,” ungkapnya.

Penasaran berapa tarif mereka? Mereka rata-rata mematok tarif untuk pengerjaan decon dan recon pada kisaran Rp 9-15 juta. Sedangkan untuk painting saja dihargai sekitar Rp 3-5 juta. Hmm

Bagaimana, Millens tertarik menggeluti bisnis kreatif yang satu ini? (IB06/E05)