Hitung-Hitung Biaya Tambahan Protokol Kesehatan dalam Bisnis Spa

Hitung-Hitung Biaya Tambahan Protokol Kesehatan dalam Bisnis Spa
Sejumlah perkakas protokol kesehatan bikin biaya operasional membengkak. (Inibaru.id/ Audrian F)

Kamu yang hobi spa tampaknya harus siap merogoh kocek lebih dalam untuk menikmati layanan ini. Pasalnya, sejumlah pusat spa akan menaikkan biaya layanan. Eits, nggak asal menaikkan tarif ya. Penambahan kelengkapan protokol kesehatan menjadi sebabnya.

Inibaru.id - Meskipun masih ditimbang-timbang, kehidupan new normal di Kota Semarang mulai dipersiapkan. Salah satunya di sektor pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat yakni spa atau massage. Mau nggak mau, dengan adanya new normal ini tempat tersebut harus mengubah bentuk pelayanananya.

Maria Magdalena Susanti, selaku ketua Asosiasi Spa Sehat Kota Semarang (Assera) saat ditemui pada Sabtu (13/6) menjelaskan kalau nantinya para terapis spa akan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap dengan sarung tangan, masker, dan face shield.

Maria Magdalena Susanti selaku ketua Asosiasi Spa Sehat Kota Semarang (Assera) menyebut harga layanan akan didiskusikan.<br>
Maria Magdalena Susanti selaku ketua Asosiasi Spa Sehat Kota Semarang (Assera) menyebut harga layanan akan didiskusikan.

Karena pengadaan APD yang hanya bisa sekali pakai ini dan mempengaruhi biaya operasional, kemungkinan besar biaya layanan juga akan mengalami kenaikan.

“Mungkin akan sedikit naik ya, namun kami belum memutuskan secara final. Masih terus kami diskusikan dengan anggota dan Dinas Pariwisata,” ujarnya.

Persiapan new normal di House of Susan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Persiapan new normal di House of Susan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Maria berharap semua pelanggan akan memakluminya. Dia mengklaim biaya tambahan yang harus dikeluarkan tempat spa-nya nggak murah. Bayangkan saja, satu setel pakaian hazmat seharga Rp 20 ribu. Eits, nggak cuma itu. Sepasang sarung tangan vinyl harus dibeli seharga Rp 5 ribu. Sudah Rp 25 ribu biaya operasional tambahan yang harus ditanggung. Hm

Penambahan biaya operasional ini juga membuat Maria pusing. Di satu sisi, bisnis spa sedang pada tahapan bangkit setelah adanya penutupan karena imbauan dari Pemkot Semarang. Di sisi lain, ada rasa khawatir pelanggan merasa keberatan dengan kenaikan ini.

“Kalau spa kan sebetulnya memang pemasukan utama bisnis kami. Kalau untuk salon dan kafe, misalnya, itu hanya tambahan saja,” tambahnya.

Memijat pelanggan nantinya dengan menggunakan sarung tangan. (Inibaru.id/ Audrian F)<br>
Memijat pelanggan nantinya dengan menggunakan sarung tangan. (Inibaru.id/ Audrian F)

Nggak cuma Maria yang tengah ketar-ketir soal penambahan biaya operasional. Reni Mangajun, pemilik Aluna Spa juga menggodok anggaran tambahan dengan berencana menambah takaran minyak terapi sebesar 50 persen.

“Soalnya nantinya kan pakai sarung tangan, jadi minyak itu jadi cepat habis (sarung tangan lebih lebih kesat),” ucapnya saat ditemui pada Rabu (10/6).

Reni berharap tambahan tarif yang akan ditentukan nanti nggak terlalu memberatkan pelanggan. Wah, ternyata nggak mudah ya menyongsong kehidupan new normal. Kalau persiapan new normal-mu apa nih, Millens? (Audrian F/E05)