H-2 Iduladha, 13 Lapak Hewan Dadakan Berderet di Pinggir Jalan Trangkil Semarang
Lapak hewan kurban dadakan di sepanjang Jalan Trangkil, Desa Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Menjelang Iduladha, lapak semacam ini menjamur di pinggir jalan raya. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

H-2 Iduladha, 13 Lapak Hewan Dadakan Berderet di Pinggir Jalan Trangkil Semarang

Menjelang Iduladha, lapak hewan kurban dadakan berderet di pinggir Jalan Trangkil, Semarang. Para penjual bahkan sudah membuka lapak dadakan sebulan sebelum Iduladha.

Inibaru.id – Menjelang Iduladha, banyak lapak hewan kurban dadakan di pinggir jalan. Hal ini sangat tampak di sepanjang jalan Trangkil Semarang. Paling tidak sebanyak 13 lapak hewan kurban dadakan menanti pembeli di pinggir jalan.

Salah seorang penjual hewan kurban Hasanudin mengatakan, dia sudah tujuh tahun membuka lapak hewan dadakan menjelang Iduladha.

“Sudah tujuh tahun selalu buka (lapak) di sini terus. Saya biasanya mulai buka H-20 Iduladha,” ujar lelaki yang kerap disapa Udin itu.

Salah satu lapak hewan kurban di sepanjang jalan Trangkil, Semarang. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Udin menambahkan, dirinya membuka lapak jauh sebelum hari raya karena dia nggak punya kandang. Lapak di Taman Sentosa Trangkil tersebut kemudian dia fungsikan sekaligus sebagai kandang hewan.

“Saya nggak punya kandang jadi sekalian di sini sambil sosialisasi ke masyarakat. Saya ambil (hewan) langsung dari petani di Pati,” ungkap warga Desa Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, ini.

Di lapak tersebut, Udin hanya menjual kambing. Dari 107 kambing yang dia sediakan, sekitar 80 persennya sudah terjual empat hari sebelum Iduladha. Dia mengungkapkan, jumlah tersebut bisa terus bertambah bila animo masyarakat dalam membeli hewan kurban naik.

Hewan kurban di lapak Taman Sentosa, Semarang. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Penjual hewan kurban lainnya, Azis Muslim, juga membuka lapak hewan kurban. Namun, Azis agak sedikit berbeda karena membuka lapak di depan rumahnya yang ada di pinggir jalan raya.

Azis mengungkapkan, dirinya sudah membuka lapak di depan rumah sebulan sebelum Iduladha.

“Ini saya nerusin (usaha) bapak. Hampir 20 tahun buka lapak di sini karena ini kan rumah sendiri,” ujar warga Desa Sekaran, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang itu.

Di lapak milik Azis, nggak hanya kambing yang tersedia, ada juga sapi dari berbagai jenis.

Calon pembeli hewan kurban melihat-lihat kambing di lapak Azis. (Inibaru.id/ Ida Fitriyah)

Lapak di depan rumah Azis itu bukanlah satu-satunya tempat pembeli bisa melihat hewan kurban yang dijualnya. Azis juga punya kandang di belakang rumah, sehingga pembeli lebih leluasa memilih ternak yang mereka minati.

"Sekitar 35 sapi dan 60 kambing saya jual untuk Iduladha tahun ini," pungkasnya.

Wah, ada banyak lapak hewan kurban dadakan nih! Di tempatmu ada lapak hewan kurban dadakan juga nggak, Millens? (Ida Fitriyah/E03)