Guci-Guci Keramik yang Terpampang di Sepanjang Jalan Desa Klampok

Guci-Guci Keramik yang Terpampang di Sepanjang Jalan Desa Klampok
Guci-guci dari Klampok, Banjarnegara. (Arizqi)

Dari menjual poci dan keramik mainan, industri keramik di Desa Klampok beralih memproduksi seni kriya bernilai ekonomi tinggi.

Inibaru.id – Desa kecil ini bernama Klampok, berada di perbatasan Banjarnegara dengan Purbalingga, Jawa Tengah. Tak banyak yang mengenal desa tersebut, tapi tak sedikit yang mengenal produk keramik dari sana.

Jika kamu pencinta perabot keramik, nama keramik Klampok tentu familiar di telinga. Keramik ini bercirikan corak warna yang cenderung gelap dengan ornamen yang khas. Potensi ekonomi yang cukup besar tersimpan di sana.

Pasang-surut usaha sempat menaungi kerajinan paling legendaris masyarakat Banjarnegara ini. Banyak yang gulung tikar dan beralih profesi. Namun, nggak sedikit yang memilih bertahan, bahkan mencoba membesarkannya dengan pelbagai inovasi.

Membuat keramik memang sudah menjadi keahlian masyarakat Klampok sejak zaman Kolonial Belanda atau sekitar 1930-an. Keramik Klampok mulai menjadi industri rakyat setempat pada 1957.

Usaha pertama didirikan Kandar Admowinoto, eks-pegawai pabrik keramik kepunyaan orang Belanda di Klampok. Kandar mendirikan usaha dengan nama Maendalai,“mendidik anak dalam lapangan industri”. Selain sebagai lahan bisnis, tempat itu juga dijadikan “sekolah” bagi siapapun yang meminatinya.

Pengrajin didikan kandar pun kemudian memulai usahanya sendiri. Keramik Klampok mencapai puncak kejayaan antara 1980-1990-an. Dari hanya tiga perusahaan pada 1960-an, industri kramik di Klampok bertumbuh menjadi 60.

Namun, pertengahan 1990-an, ketiadaan regenerasi membuat industri keramik Klampok surut. Banyak tempat pembuatan keramik yang mangkrak karena nggak ada sumber daya manusia.

Hingga 2010, hanya 24 pengrajin yang tersisa, itupun hanya 11 yang berproduksi hingga akhir, sedangkan sisanya tak bisa membakar sendiri. Namun, secara kualitas dan jangkauan bisnis, industri keramik di Klampok justru meningkat.

Nggak cuma memproduksi poci dan keramik mini, pengrajin keramik di Klampok mulai membuat keramik berkualitas yang mampu menembus pasar ekspor. Hasilnya manis. Mereka pun mulai berani menampilkan karya di pameran-pameran dan etalase sepanjang jalan Banjarnegara-Klampok. Wah!

Nah, kalau kebetulan kamu sedang bepergian dari Banjarnegara ke Purbalingga, jangan lupa tengok kanan-kiri ya. Mampir dan belilah produk kramik berkualitas bikinan warga Klampok! (IB20/E03)