GeoPore, Bahan Paving Block Berpori Penyerap Air

GeoPore, Bahan Paving Block Berpori Penyerap Air
Geopore saat dipamerkan di ITB. (itb.ac.id)

Kelebihan GeoPore dibandingkan paving block konvensional terletak pada pori-porinya. Pori-pori ini akan menyerap air dengan cepat.

Inibaru.id – Saat musim hujan datang, permukaan tanah yang berpaving atau berbeton pasti tergenang air ya, Millens. Tapi hal itu nggak akan terjadi kalau bahan paving yang digunakan adalah Geopolimer Porous (GeoPore). 

Yap, alternatif beton atau paving block ini berpori. Nah, pori-pori ini memungkinkan air terserap di atasnya langsung terserap dan masuk ke dalam tanah. 

Fyi, GeoPori terbuat dari limbah batu bara. Sedangkan sebagai pengganti air dan semen yang biasa digunakan pada semen, digunakan aktivator dan kerikil-kerikil kecil. Aktivator itu merupakan campuran antara sodium silika dan sodium hidroksida. Bahan-bahan itulah yang menciptakan pori pada tekstur GeoPore, Millens.

Sudah Dipakai

Gagasan GeoPore sebenarnya sudah ada sejak 2010 lo. Pencetusnya Prof Bambang Sunendar Purwasasmita. Dia adalah salah seorang dosen Teknik Fisika ITB sekaligus kepala tim pengembangan GeoPore.

Melansir laman tekno.tempo.co (7/3/2017), pada 2016 GeoPore sudah diuji coba dan dipasang di rumah Bambang serta area PT Krakatau Steel, Banten. Sedangkan pada di ITB sendiri GeoPore sudah dipakai di salah satu jalan kampus Ganesha.

Tekstur Geopore yang berpori. (itb.ac.id)

Pada 2018, tim pengembangan Geopore mulai bekerja sama dengan Kemenristekdikti. Yap, berbagai upaya penyempurnaan produk sebelum dikomersilkan gencar dilakukan.

Hm, semoga GeoPore bisa lekas diproduksi secara massal ya. (IB10/E05)