F-ONE Alat Terapi Alternatif Lumpuh Tangan

F-ONE Alat Terapi Alternatif Lumpuh Tangan
Afni Unaizah dan timnya menunjukkan F-ONE (Finger Eksoskeleton portable). (Humas Unair)

Berdasarkan World Health Organization (WHO), sebanyak 15 juta orang terserang stroke setiap tahunnya. Lima juta di antaranya menderita kelumpuhan atau cacat permanen.

Inibaru.id – Stroke merupakan kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Kondisi inilah yang menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak nggak dapat berfungsi dengan baik. Salah satunya adalah kelumpuhan tangan.

Berdasarkan masalah tersebut, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berinovasi membuat F-ONE (Finger Eksoskeleton Portable) sebuah alat bantu gerak jari tangan berbasis sinyal otot sebagai rehabilitasi pascastroke.

Ilustrasi tangan lumpuh. (net)

”Kami memberikan sebuah alternatif dalam bidang PKM-KC dengan inovasi alat rehabilitasi F-ONE (Finger Exoskeleton Portable). Alat ini memanfaatkan exoskeleton yang akan membantu jari tangan untuk melakukan gerakan-gerakan dasar sesuai pola pergerakan sebagai sarana terapi,” kata Afni Unaizah, selaku ketua tim Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC), seperti ditulis Unair.ac.id, Kamis (19/7/2018).

Bersama dengan dua rekan Afni lain yaitu Muwaffaq Izaz dan Adhe Rahmatullah, mereka mengembangkan F-ONE hingga lolos seleksi dalam program PKM 2018. Inovasi ini berhasil mencuri perhatian hingga mendapatkan dana penelitian dari Kemenristekdikti.

Cara Kerja

Alat ini memanfaatkan sensor EMG yang dapat menyadap sinyal otot. Sinyal otot kemudian akan diproses dengan sistem cerdas Artificial Neural Network (ANN). Gunanya untuk menerjemahkan sinyal otot yang diterima, sehingga dapat ditemukan pola gerakan yang tepat sebagai terapi.

Selain itu, alat ini juga bersifat portabel. Jadi, pasien dapat menggunakannya kapan saja dan di mana. Wah!

Semoga saja F-ONE dapat segera digunakan para pasien lumpuh tangan seperti harapan tim Afni ya, Millens(IB07/E05)