Menyulap Cangkang Kerang Jadi Hiasan Eksotis

Limbah cangkang kerang mudah ditemukan di sekitar Pantai Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah. Limbah tersebut dimanfaatkan untuk bahan kerajinan bernilai jual yang mampu menembus pasar internasional.

Menyulap Cangkang Kerang Jadi Hiasan Eksotis
Hasil kerajinan dari cangkang kerang. (Detik.com)

Inibaru.id – Jika sedang berjalan-jalan di sekitar pantai, kita cukup sering menemukan cangkang-cangkang kerang yang bertebaran di banyak lokasi. Nah, kalau cangkang kerang itu disulap jadi suatu karya seni, hasilnya seperti apa, ya?

Yuk, kita tengok olahan limbah cangkang kerang karya para pengrajin di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Seperti ditulis okezone.com (16/10/2016),pasokan cangkang kerang didapat dari para nelayan yang melaut di perairan sekitar Pantai Teluk Penyu. Awalnya, cangkang dicuci hingga bersih. Setelah itu, cangkang dihaluskan dengan gerinda, sebuah batu asahan yang berputar. Kemudian, rangkaian cangkang pun disusun mengikuti pola dari jenis kerajinan yang akan dibuat. Untuk merekatkan cangkang, pengrajin menggunakan lem perekat khusus.

Baca juga:
Keranjang Bambu Batik Unik di Cilacap Menembus Pasar Internasional
Harapan Keuntungan dari Ikan Sidat di Kampung Sidat

Kendati memerlukan kreativitas dan ketelatenan tinggi, para pengrajin mampu menciptakan hasil kerajinan yang beraneka ragam. Mereka membuat lampu gantung, jam dinding, hiasan dinding, kotak tisu, dan ratusan karya lainnya. Karya seni bernilai ekonomis ini banyak dijual di sepanjang Pantai Teluk Penyu.

“Dalam satu bulan saya bisa jual lebih dari 100 buah, kalau secara keseluruhan sekitar 200 buah mampu terjual dalam satu bulan," ujar Sukarno, seorang pengrajin kulit kerang dari Cilacap seperti dikutip dari antaranews.com (10/3/2017).

Kalau kamu tertarik membeli karya seni unik ini, kamu bisa bebas memilih jenis produk yang kamu mau dengan harga variatif. Harga paling mahal dibanderol untuk lampu gantung, yakni Rp250 ribu untuk lampu berukuran besar dan Rp175 ribu untuk lampu berukuran kecil.

Baca juga:
Ide Kreatif Desta yang Lahirkan Mi Ongklok Instan
Mereka Menyulap Perca Jadi Keset dan Cempal

Saking kreatifnya karya seni dari limbah ini, ekspor produk sudah beberapa kali dilakukan hingga ke berbagai negara, termasuk Sudan dan Mesir. Sayang sekali, mengutip satelitpost.com (20/2/2018), minimnya jumlah wisatawan di Teluk Penyu belakangan ini berimbas pada penurunan pendapatan para pengrajin.

Duh! Padahal, kerajinan ini unik banget, ya, Millens. Semoga saja kerajinan ini bisa terus bertahan. (IB08/E02)