Mantap! Bisnis Mainan, Omzet Miliaran

Berawal dari membuat mainan kayu untuk anaknya, lelaki bernama Sholahudin Fuadi itu kini jadi miliarder sukses. Produk-produk buatannya kini diekspor ke luar negeri lo.

Mantap! Bisnis Mainan, Omzet Miliaran
mainan anak berbahan dasar kayu. (mainaneduka.com)

Inibaru.id – Usaha Haula Toys tersebut telah dirintis pasangan suami istri Fuad dan mitra kerjanya beberapa tahun silam. Mereka memproduksi berbagai macam mainan edukasi anak, mulai dari mainan berbentuk goemetri, puzzle, mainan bongkar pasang dan yang lainnya. Mainan-mainan tersebut terbuat dari kayu yang berkualitas dan ramah anak.

Dengan strategi pemasaran yang tepat, Fuad berhasil menembus pasar global. Diakuinya, sudah lebih dari 8 kontainer berhasil diekspor ke berbagai negara di Eropa seperti Inggris, Austria, dan Jerman. Omzet yang didapat pun fantastis, yaitu sekitar Rp 6 miliar. Wow!

Keberhasilan itu nggak diraih secara cuma-cuma, Millens. Ditulis Sobatjogja.com, Fuad harus berkali-kali mencoba dan memutar otak agar usahanya berjalan. Dia mencari tahu berbagai macam cara pemasaran dan mencoba mempraktikkannya. Beberapa pameran dan kerja sama dia lakukan hingga akhirnya mainan buatannya dikenal banyak orang.

Boneka Barbie Muslim produksi Haula Toys. (nihdia.com)

Kemudian, Fuad menjajal memasarkan mainannya di pasar global melalui internet. Dia menggunakan market place skala global agar produknya bisa dikenal di manca negara. Namun, untuk bisa melakukan hal itu ada banyak yang dipersiapkan oleh Fuad. Karena minimnya pengalaman di dunia marketing, nggak jarang Fuad juga harus menghadiri berbagai macam seminar pemasaran.

Hanya butuh waktu satu setengah tahun, dirinya memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan lamanya sebagai supervisor dan memilih fokus dalam bisnis mainan anak berbahan dasar kayu.

Awal Mula Bisnis Mainan

Bisnis mainan kayu yang telah dijalankan Fuad sebenarnya berawal dari hobinya membuat mainan. Saat itu, Fuad membuat mainan berbahan dasar kayu untuk anaknya, Haula.

Dia mengumpulkan bahan-bahan kayu dari sisa produksi pembuatan pintu dan jendela yang ada di dekat rumahnya. Limbah tersebut, dia sulap jadi mainan menarik namun aman untuk anak-anak.

Tetangga sekitar rumah Fuad mengatahui hal tersebut. Mereka tertarik untuk memiliki hasil buah tangan Fuad. Akhirnya, Fuad mengeluarkan modal sebesar Rp 400 ribu untuk memulai usahanya yang dia jual pada tetangga dan teman-teman kantornya.

Mainan edukasi dari Haula Toys. (solotrust.com)

Namun, usaha tersebut dinilai kurang efektif karena Fuad nggak bisa memproduksi banyak mainan dalam waktu yang cepat. Solusi dia temukan saat mengetahui ada temannya yang andal dalam bidang produksi mainan.

Fuad mengutarakan niat untuk menjalin kerjasama. Gayung bersambut. Teman Fuad tersebut juga ingin menyelamatkan usaha mainannya yang tengah seret. Mereka kemudian membagi tugas. Fuad menjadi pemasar sedangkan rekannya menjadi produsen. Kini, Fuad yang telah mendirikan PT. Haula Sejahtera bekerjasama dengan 3 produsen dan puluhan mitra. Hmm, jadinya saling menguntungkan ya, Millens. (IB06/E05)