Di Tangan Retnosyari, Wedang Uwuh Merambah Pasar Internasional

Di Tangan Retnosyari, Wedang Uwuh Merambah Pasar Internasional
Wedang uwuh ini tersaji dalam kemasan instan. (Bookprimera)

Seiring dengan semakin diminatinya wedang uwuh di kalangan masyarakat, berbagai inovasi pun dilakukan. Salah satunya dengan mengemas wedang uwuh dalam berbagai kemasan kekinian hingga merambah kancah internasional.

Inibaru.id – Khasiatnya terhadap kesehatan tubuh membuat wedang uwuh disukai oleh sebagian masyarakat Indonesia. Yap, minuman berbahan dasar rempah-rempah itu mampu meredakan kembung, batuk, pegal-pegal, dan mengusir masuk angin.

Nggak hanya dapat dinikmati oleh masyarakat Indonesia, wedang uwuh dan beragam khasiatnya mulai dapat dinikmati oleh masyarakat seantero dunia lo.

Salah seorang yang turut mengembangkan wedang uwuh hingga ke kancah dunia adalah Retnosyari Septiani. Alumni Fakultas Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu mengubah wedang uwuh menjadi kemasan siap minum yang tahan dalam waktu yang lama.

Retnosyari menunjukkan salah satu kemasan produk wedang uwuhnya. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Bisnis wedang uwuh dalam kemasan ini mulai ditekuni perempuan asal Bantul itu sejak 2008. Keinginannya untuk menyetarakan wedang uwuh dengan minuman lain yang telah menguasai pasar menjadi alasan Retno saat mengawali usahanya.

Ada beberapa varian kemasan wedang uwuh yang diciptakan Retno. Di antaranya wedang uwuh celup, wedang uwuh instan, wedang uwuh seduh yang mirip dengan teh tubruk, hingga sirup wedang uwuh.

Variasi kemasan tersebut pun nggak ayal meningkatkan jumlah peminat wedang uwuh. Kesan kuno dan rasa yang nggak enak pun perlahan terlepas dari wedang uwuh. Di tangan Retno, minuman tradisional dari Yogyakarta ini berubah menjadi minuman tradisional yang kekinian.

llustrasi wedang uwuh dalam kemasan kekinian. (wedang-uwuh.com)

Nggak hanya disukai oleh masyarakat Indonesia, wedang uwuh ala Retno pun telah merambah pasar internasional lo. Banyak negara di Eropa, Amerika, Asia, hingga Timur Tengah telah menjadi pasar tetap wedang uwuh buatan Retno sejak 2010.

Wedang uwuh yang diproduksi secara rumahan itu rupanya telah menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen mancanegara. Varian wedang uwuh yang diminati konsumen setiap negara pun ternyata berbeda, Millens.

“Varian celup lebih diminati di Amerika sedangkan varian seduh atau instan lebih diminati di Saudi Arabia,” kata Retno pada Suara (19/3/2018).

Impian Retno nggak berhenti sampai di situ. Dia berharap dapat menciptakan inovasi lain terhadap wedang uwuh, semisal wedang uwuh dengan campuran susu, kopi, atau creamer. Well, menarik ditunggu! (IB10/E03)