Limbah Kulit Diubah Jadi Puluhan Juta Rupiah

Kreativitas jadi modal utama usaha yang kini sudah meraup omzet Rp 50 juta ini. Nggak cuma dijual di dalam negeri, kerajinan dari limbah kulit kerang buatan Cici Sri Sulastri sudah diekspor hingga ke mancanegara.

Limbah Kulit Diubah Jadi Puluhan Juta Rupiah
Lampu dari limbah kulit kerang (yandex.ru)

Inibaru.id – Jeli melihat peluang dan potensi lingkungan tempat dia tinggal jadi awal utama Cici Sri Sulastri memulai bisnis kerajinan dan hiasan. Yap, Cici panggilan akrabnya Cici Sri Sulastri punya sebuah usaha kerajinan dari limbah kulit kerang karena melihat banyak sekali kulit kerang yang berserakan di sekitar tempat tinggalnya.

Pada 2009, Cici memberanikan diri untuk mencoba bisnis tersebut. Tangan dingin Cici membuat limbah kulit kerang menjadi produk kreasi. Menurut Liputan6.com (14/08/17), dia memproduksi berbagai produk mulai dari guci hingga bunga nan cantik.

"Saya mulai bisnis di 2009 awalnya lihat limbah cangkang berserakan di Pulau Seribu dan inisiatif kalau dibuat kerajinan kok bagus," katanya.

Cici memulai usahanya dengan menawarkan dari rumah ke rumah. Kemudian dia juga ikut berbagai pameran dan membuka sebuah toko. Lambat laun, kreasinya mulai dikenal masyarakat, Millens. Banyak yang terkesan dengan hasil buah tangannya.

Cici Sri Sulastri Memperlihatkan Hasil Karyanya (radarbanten.co.id)

Nggak hanya pembeli dari dalam negeri, kreasi limbah kulit kerang Cici juga punya penggemar dari luar negeri. Ditulis Anataranews.com (13/11/2014), kerajinan milik Cici sudah berhasil diekspor ke Korea dan Tiongkok sejak tahun 2012.

“Lampu kerang sudah diekspor ke Korea dan Tiongkok karena kerajinan tangan ini unik dan langka. Kerangnya kan hanya ada di Indonesia,” kata wanita berjilbab itu.

Cici menjelaskan untuk memasarkan dan membuka jaringan di luar negeri, dia banyak dibantu oleh Dinas DKI. Selain itu, dia juga bekerja sama dengan perusahaan eksportir untuk mengurangi resiko pengiriman di perjalanan karena kreasinya mudah pecah.

Kini, Cici merambah pemasaran melalui media sosial. Usaha yang dibangun dengan modal Rp 3,5 juta itu kini sudah memiliki omzet sebesar Rp 50 juta.

Meski sudah memiliki untung besar, bukan berarti Cici nggak mendapat hambatan, Millens. Hambatan paling besar yang dihadapi Cici adalah biaya pengiriman yang besar karena pengepakan produknya terbilang mahal. Itu disebabkan kreasinya yang harus dibungkus dengan tepat agar nggak rusak di perjalanan.

Ada banyak jalan untuk memulai usaha, Millens. Yang terpenting adalah punya kemauan dan mau bekerja keras seperti Cici. (IB06/E05)