Dari Gulma Dia Memulai Usaha

Tumbuh liar di pematang sampah dan tepian parit, pegagan ternyata bisa diolah menjadi keripik bernilai jual cukup menggiurkan.

Dari Gulma Dia Memulai Usaha
Keripik Pegagan, camilan renyah dan lezat yang berbahan baku tanaman gulma (Tribunnews.com/Hamim Thohari)

Inibaru.id – Bagi petani, pegagan (Centella Asiatica L) adalah gulma pada sawah mereka. Namun, siapa yang menyangka tanaman yang tumbuh liar di pematang sawah, padang rumput, dan tepian parit ini ternyata bisa menjadi camilan yang nikmat?

Dilansir dari Tribunnews.com (1/11/2016), warga Daren Lor Dusun Karanganyar, Kelurahan Donokerto, Kecamatan Turi, Sleman, Yamtinah telah mengolah daun pegagan menjadi makanan ringan berupa keripik. Usaha itu sudah dijalaninya sejak beberapa tahun silam.

“Orang sini menyebutnya regedhek. Dulu ndak banyak yang ngolah. Nah, sepulang merantu, saya bikin usaha camilan, termasuk di antaranya ngolah pegagan jadi keripik.," ungkap perempuan 56 tahun tersebut.

Perjumpaan Yamtinah dengan daun pegagan merupakan rekomendasi saudaranya. Dia pun mencoba mengolahnya dan berhasil. Daun pegagan didapatkannya dari area persawahan di wilayah Turi, Sleman. Namun, seiring bertambahnya pesanan, Yamtinah kini menanam sendiri.

Baca juga:
Jeruk Bisa Berbuah Sepanjang Musim
Kesemek: Antara Santapan dan Obat

Daun pegagan yang dibuat keripik adalah yang tidak terlalu tua. Daun berukuran kecil itu lalu dicuci bersih dan dimasukkan ke dalam adonan yang berbahan tepung beras, santan, dan sejumlah bumbu dapur tertentu.

Agar tidak menempel, Yamtinah memasukkan daun pegagan satu per satu. Daun itu digoreng selama kurang lebih 10 menit hingga kering. Rasanya? Setelah matang, rasa keripik pegagan hampir menyerupai keripik bayam yang sudah sering dijual di pasaran.

Berkhasiat

Selain rasanya, keripik pegagan banyak dicari lantaran dianggap memiliki beragam manfaat. Pegagan diyakini mampu membersihkam darah, melancarkan peredaran darah, meluruhkan kencing, menurunkan panas, mempercepat menghentikan pendarahan, dan meningkatkan kinerja saraf.

Baca juga:
Hoki Rosie pada Tahu Jeletot
Sejahterakan Masyarakat Setempat dengan Bisnis Camilan

Keripik pegagan pun perlahan menjelma menjadi camilan buah tangan khas daerah Turi. Dengan bantuan anaknya, Yamtinah biasa menitipkan keripik pegagan pada sejumlah warung di kawasan Yogyakarta.

"Selain itu banyak juga pesanan dari sejumlah instansi di kawasan Sleman, seperti beberapa kantor dinas," ujar Yamtinah.

Bagi anda yang menginginkan keripik ini sebagai buah tangan atau sekadar camilan di rumah, Anda bisa memesan langsung ke rumah Yamtinah. Ada beberapa pilihan kemasan yang disediakan Yamtinah, mulai bungkus kecil sekali makan, kemasan 100 gram, 200 gram, 250 gram, 500 gram, hingga 1 kilogram. (GIL/SA)