Cuci Mata di Pameran Bonsai Bernilai Ratusan Juta yang Digelar Tunggak Serut
Panitia acara sedang berkeliling dan memeriksa tampilan bonsai yang mengikuti kontes. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Cuci Mata di Pameran Bonsai Bernilai Ratusan Juta yang Digelar Tunggak Serut

Komunitas Tunggak Serut gelar pameran dan kontes bonsai yang diikuti oleh puluhan peserta yang berasal dari Semarang dan sekitarnya. Dengan beberapa jenis bonsai yang dikonteskan, pengunjung bisa melihat-lihat sekaligus membeli bonsai.

Inibaru.id - Siapa yang nggak kenal dengan pohon kecil bernilai jutaan rupiah ini. Yup, bonsai! Kalau kamu melintas di sekitar perumahan Alamanda Residence yang terletak di Jalan Raya Mangunharjo, Tembalang, nggak ada salahnya mampir sebentar untuk melihat-lihat pameran bonsai yang hanya digelar dari 27 April sampai 4 Mei oleh Komunitas Tunggak Serut. Ada puluhan pohon bonsai yang dipamerkan di kontes ini.

Bonsai dengan model tegak berliku yang sudah mempunyai prestasi tingkat nasional ini ikut dipamerkan dalam kontes dan pameran. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Selain pameran, ternyata acara ini juga menyediakan kontes untuk bonsai yang dibagi menjadi beberapa kategori lo, Millens. Peserta dari pameran ini pun nggak hanya berasal dari Kota Semarang, tapi juga dari kota-kota di sekitar Semarang seperti, Demak, Kabupaten Semarang, Kabupaten Salatiga, Kendal, Jepara, Pemalang, Purwodadi, dan Temanggung.

Beberapa bonsai yang dipamerkan dan mengikuti kontes adalah bonsai dengan model formal, tegak lurus, menggantung, on the rock, penjing, berumpun dan masih banyak lagi. Selain bisa cuci mata melihat keindahan bonsai yang dipamerkan, kamu juga bisa menambah pengetahuan tentang bonsai. Acara yang pertama digelar Komunitas Tunggak Serut ini diapresiasi oleh camat Tembalang, bahkan mendapat perhatian dari Walikota Semarang Hendrar Prihadi. Jadi nggak heran jika pameran ini dimasukkan ke dalam rangkaian ulang tahun Kota Semarang yang ke-472.

Ngadimin saat memberikan penjelasan macam-macam model bonsai yang diperlombakan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

“Bonsai yang mengikuti kontes dinilai dari segi penampilan, gerak dasar, keserasian dan kematangan,” tutur Ngadimin, pembina Tunggak Serut. Sambil berkeliling, Ngadimin menuturkan ada beberapa jenis bonsai yang diikutkan kontes. Dia juga menunjukkan beberapa bonsai bernilai ratusan juta yang sudah memenangkan kontes nasional.

Menurutnya, untuk dapat membuat bonsai dibutuhkan pohon yang berbatang keras dan mempunyai minimal seribu daun. Beberapa pohon yang bisa dijadikan bonsai adalah pohon beringin, cemara, cantigi, asam jawa, anting putri. “Butuh waktu dua sampai tiga tahun untuk membuat bonsai yang kecil, jika ingin yang lebih besar maka butuh waktu yang lebih lama,” timpal Ngadimin. Da juga mengatakan bahwa pohon tertua yang mengikuti pameran kali ini berusia 20 tahun. Wah!

Calon pembeli bonsai yang sedang melihat-lihat bonsai untuk kemudian dipinang. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Dari acara ini, dia berharap masyarakat lebih mengenal bonsai dan turut membudidayakannya baik untuk sekadar hobi atau untuk bisnis. “Karena bonsai bernilai ekonomi, jadi sangat cocok untuk dibudidayakan untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” kata Ngadimin dengan semangat. Nah, jadi gimana Millens? Berminat untuk membudidayakan bonsai untuk tambah uang saku? Ha ha ha... (Zulfa Anisah/E05)