Corona, Tren Busana Lebaran 2020 Nggak Lagi Jadi Topik Hangat

Corona, Tren Busana Lebaran 2020 Nggak Lagi Jadi Topik Hangat
Ina Priyono menunjukkan salah satu baju yang didesain di butiknya. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Meski sempat disinggung, topik tren busana muslim untuk Lebaran seolah lewat begitu saja bagi desainer baju muslim.

Inibaru.id – Tren busana Lebaran selalu jadi topik pembahasan hangat tiap tahunnya. Membeli baju baru tiap Lebaran bahkan sudah seperti suatu kewajiban bagi seseorang. Tapi karena ada pandemi corona yang belum selesai hingga Ramadan tahun ini, topik ini seolah lewat begitu saja.

Ina Priyono, desainer baju asal Semarang mengungkapan jika topik tren busana Ramadan dan Lebaran tahun ini sudah nggak lagi dibahas.

“Januari - Februari kemarin syari mendominasi,” jelas Ina Priyono, desainer baju perempuan muslim asal Semarang melalui pesan singkat (22/4).

Meski Lebaran 2020 diprediksi nggak seheboh tahun-tahun sebelumnya, Ina tetap mengeluarkan koleksinya. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Meski Lebaran 2020 diprediksi nggak seheboh tahun-tahun sebelumnya, Ina tetap mengeluarkan koleksinya. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Meskipun sudah nggak dibicarakan lagi, tapi Ina Priyono tetap membuat koleksi untuk lebaran. Selain itu, dia merasa bahwa Lebaran tahun ini akan lewat begitu saja karena corona. Pemilik Butik Ina Priyono Muslim Wear itu mengaku jika penjualan baju muslimnya diprediksi mengalami penurunan.

Rupanya, persiapan itu sudah dilakukannya sejak 3 bulan lalu meski dia belum tahu bagaimana penjualannya. "Yang pasti penjualan online tetap dilakukan tapi tidak seramai tahun lalu. Turun bisa 90 persen karena tradisi lebaran tidak ada,” jelasnya lagi.

Untuk saat ini, perempuan yang disapa Ina itu mengaku nggak menjual baju muslim secara offline. Selama corona, Ina menutup butiknya karena penjualan terus turun.

Ina juga menjual koleksinya secara daring. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)<br>
Ina juga menjual koleksinya secara daring. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Padahal tahun sebelumnya, penjualan baju perempuan muslim Ina Priyono cukup besar karena banyak mengikuti pameran.

“Biasanya kami mengadakan diskon yang cukup besar,” ungkapnya. Sekarang, dia lebih memilih memasarkan produknya secara daring (online) karena menurutnya harga lebih stabil.

“Harga akan turun yang offline, mungkin yang online akan bertahan,” ungkapnya lagi.

Pandemi corona yang belum hilang selama Ramadan sepertinya membuat tradisi Lebaran bakalan beda ya, Millens. Eh, kamu beli baju Lebaran nggak? (Julia Dewi Krismayani/E05)