Cocok buat Jomlo, Ada Pil Penyembuh Rasa Sepi, Lo

Cocok buat Jomlo, Ada Pil Penyembuh Rasa Sepi, Lo
Kesepian jadi salah satu masalah kesehatan yang mengkhawatirkan. (Unsplash/Joshua Rawson-Harris)

Kesepian nggak bisa disepelekan karena bisa membuat tubuh mengalami dampak kesehatan sangat buruk. Nah, nantinya ada lo pil yang bisa menyembuhkan rasa sepi. Seperti apa ya?

Inibaru.id – Salah satu masalah kesehatan mental yang semakin lama semakin meresahkan pakar kesehatan adalah kesepian. Masalahnya, banyak orang yang merasakan hal ini meski sudah memiliki pasangan atau keluarga. Beruntung, belakangan ini ditemukan pil yang kabarnya bisa menyembuhkan rasa sepi, lo.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan dr Jennifer Lau yang berasal dari Kings College London, Inggris pada 2016 lalu, disebutkan bahwa 62 persen remaja yang diwawancarinya mengalami kesepian. Bahkan, 9 juta orang dewasa di Inggris mengalaminya. Masalahnya, kesepian bisa memberikan dampak yang lebih serius dari yang dibayangkan.

Kesepian bisa menurunkan sistem imun tubuh, meningkatkan risiko tertular penyakit, hingga memberikan efek yang jauh lebih buruk dari mengisap 15 rokok dalam sehari. Intinya, kalau kesepian nggak segera diatasi, risiko mati muda bisa semakin meningkat.

Ada pil yang bisa menekan rasa kesepian. (Netdoctor.com/ Medcom)
Ada pil yang bisa menekan rasa kesepian. (Netdoctor.com/ Medcom)

Melihat fakta ini, pakar kesehatan dari Brain Dynamic Lab, University of Chicago Pritzker School of Medicine pun sedang berusaha menciptakan pil yang bisa mengatasi kesepian. Direktur dari laboratorium ini, Stephanie Cacioppo menyebut perkembangan pil ini cukup menggembirakan dan nantinya bisa mengatasi kesepian kronis.

“Kesepian bisa membuat risiko kematian naik hingga 26 persen. Hal ini bisa memberikan dampak lebih parah dari obesitas. Kesepian juga bisa menular layaknya wabah,” jelas Cacioppo.

Meski tujuan pembuatan pil ini baik, banyak pihak yang menganggap pil ini sebagai solusi jangka pendek saja, bukannya mengatasi masalah kesehatan mental dalam jangka panjang. Meski bisa mencegah bunuh diri, misalnya, tetap saja mereka yang mengonsumsi pil ini nggak bisa mendapatkan kehidupan sosial yang lebih baik. Padahal, pasien masalah kesehatan mental lebih membutuhkannya.

Pil pereda kesepian ini beda dengan obat antidepresan. Di dalamnya, ada kandungan yang bisa mempengaruhi allopregnanalone dalam otak sehingga bisa menurunkan sensasi kesepian.

Memang, pil ini masih dalam tahapan penelitian. Belum jelas kapan pil ini akan mulai diuji cobakan ke pasien. Bisa jadi penelitian akan pil ini masih dalam tahap awal sehingga Cacioppo belum mau mengungkap detailnya dengan lebih banyak, Millens. (Kee/IB09/E05)