Cendol Milenial, Bukti Inovasi Berani Nggak Akan Bikin Rugi

Cendol Milenial, Bukti Inovasi Berani Nggak Akan Bikin Rugi
Beberapa varian Es Cendol dan Cheese Creem yang manisnya nggak lebay. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Bisnis minuman seperti kopi, boba, atau thai tea kian menjamur. Tapi, minuman yang satu ini berani mendobrak kelatahan masyarakat +62 lo.

Inibaru.id – Zaman sekarang, kalau mengerjakan tugas kuliah atau tugas kantor tanpa ada sesuatu yang disruput rasanya kurang lengkap. Jangankan mengerjakan tugas, nongrong dan bersantai ria saja terkadang butuh amunisi. Ya kalau nggak kopi, teh, boba, cokelat, atau minimal air putih lah.

Maraknya bisnis minuman membuat orang dengan mudah menemukan teman penghilang dahaga ini. Eits, jangan sampai kalap ya, Millens! Atau kamu malah bosan dengan minuman-minuman kekinian ini?

Tenang, saya punya rekomendasi minuman tradisional dengan rasa kekinian yang wajib kamu coba. Yap, Cendol Milenial, sepuluh ribuan, nggak pake santan, ji ro lu pat siap bikin kamu ambyar seketika. He-he

Setelah berbisnis makanan, Yudha kini merambah ke bisnis minuman. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)
Setelah berbisnis makanan, Yudha kini merambah ke bisnis minuman. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Cendol masih sangat diminati terutama di pasar tradisional. Namun belum banyak yang berinovasi dengan minuman khas Sunda ini. Melihat situasi ini, Yudha Prasetya memulai bisnis minuman tradisional ini dengan memberikan sentuhan kekinian.

Mengganti santan dengan susu adalah cara dia membuat cendol miliknya menjadi lebih praktis dan sehat. Selain itu, warna cendolnya pun dia buat menjadi warna cokelat supaya beda dari cendol biasanya. O ya, Cendol Milenial juga tersedia dalam berbagai varian rasa lo. Ini yang istimewa dari cendol yang biasanya.

Varian cendol milenial original dan varian cokelat masih menjadi favorit para pembeli. Kamu juga bisa menambahkan toping seperti keju, oreo, silverqueen, regal, gula merah, atau m2m. Kurang milenial apa lagi bisnis yang satu ini?

Proses pembuatan Cendol Milenial tanpa santan yang nggak bikin seret. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)
Proses pembuatan Cendol Milenial tanpa santan yang nggak bikin seret. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Meskipun menggunakan embel-embel milenial, es cendol yang satu ini nggak hanya bisa dinikmati kaum milenial lo. Semua generasi bisa menikmati es cendol dengan cita rasa kekinian ini.

Meski bisnis ini masih seumur jagung, Cendol Milenial sudah diminati banyak orang. Bahkan, meskipun musim hujan seperti sekarang, Yudha mengaku 50 gelas bisa habis terjual hanya dalam satu hari. Wah, lumayan juga ya.

Selain es cendol, yudha juga menyediakan cheese creem dengan berbagai varian rasa. Kamu bisa membawa pulang es cendol kekinian ini hanya dengan merogoh kantong sebanyak Rp10.000 dan cheese creem seharga Rp15.000. Hanya dengan menambah Rp3000, kamu bisa menambahkan toping kesukaan kamu. Worth it lah untuk segelas minuman tradisional dengan rasa kekinian.

Menikmati segelas <i>Cheese Creem</i> sambil rasan-rasan juga bisa! (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)
Menikmati segelas Cheese Creem sambil rasan-rasan juga bisa! (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Minuman yang satu ini bisa banget menghilangkan dahaga kamu sekaligus jadi teman baca buku di kala santai. Atau bisa jadi pelengkap saat kamu dan gebetan barumu sedang asyik ngomongin masa lalu.

Kuy ke kedai Cendol Milenial yang terletak di Jalan S. Parman Ungaran! Serbu sebelum kehabisan yuk Millens! (Dyana Ulfach/E05)