Burgushi, Sensasi Burger dan Sushi dalam Satu Hidangan

Burgushi, Sensasi Burger dan Sushi dalam Satu Hidangan
Burgushi. (via Instagram burgushi.id)

Menikmati sushi atau burger mungkin sudah menjadi hal yang biasa. Namun bagaimana bila kita bisa menikmatinya sekaligus? Wah, menarik nih!

Inibaru.id – Meskipun persaingan di bisnis kuliner sangat ketat, namun kamu tetap bisa eksis dengan berinovasi. Salah satu inovasi yang out of the box adalah memadukan dua jenis makanan dalam satu menu yang biasa disebut food hybrid. Contohnya kreasi yang satu ini. Kamu bisa menikmati burger dengan cita rasa sushi khas Jepang.

Di tangan seorang wirausahawan muda, Wilson Tjandra, burger "disulap" menjadi separuh sushi yang cukup menyita perhatian. Bersama dengan dua temannya pada Februari 2017, Wilson mendirikan lapak kuliner pertamanya dengan nama Burgurshi di kios foodcourt di PHX Grogol hingga bazar to bazar.

“Awalnya pengin punya restoran burger dari dulu. Idenya sih simpel, pengin punya suatu tempat di mana yang kiri jualan burger, yang kanan jualan sushi, tapi kayaknya nggak cocok. Kenapa nggak digabungin aja? Jadi milih konsepnya tetep Japanesse cuman produknya fushion,” jelas Wilson seperti dikutip dari 20.detik.com, Jumat (23/3/2018).

Dengan bermodal awal kurang dari Rp50 juta, kini Wilson berhasil meraih omzet hingga Rp200 juta perbulan. Nilai ini berhasil dia raih dengan jatuh bangun pada setahun pertama. Wilson dan teman-temannya mengaku sulit mempromosikan produk dan sering mengganti-ganti bahan olahan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar.

Setelah temannya nggak lagi melanjutkan kerjasama, Wilson membangun sendiri gerai Burgushi di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan dengan 6 karyawan full time.

Wilson, owner Burgushi. (Dok. burgushi.id)

Saat ini, Burgushi miliknya menjual 15 menu dengan harga mulai Rp30 ribu sampai Rp45 ribu per porsi. Nggak hanya tampilannya saja yang menarik, namun perpaduan rasanya juga juara.

Di restonya, ada dua pilihan burgushi yang dapat kamu pilih, yaitu double beef burgushi dan salmon mentai yang masing-masing dihargai Rp 45ribu per porsi. Kedua menu tersebut akan disajikan dengan selembar nori yang membungkus salah satu sisinya seperti onigiri asal Jepang. Berbanding terbalik dengan double beef yang besar, salmon mentai Burgushi berukuran lebih kecil, sehingga mudah untuk digenggam.

Nggak hanya menu burgushi dan aneka menu fushion, Wilson juga menambahkan aneka minuman segar khas Jepang di menunya. Ada ocha, ice matcha latte, ice matcha machiato, hingga ocha yakult yang asam menyegarkan. Wilson berharap usaha yang dirintisnya ini terus berjalan lancar.

“Kuncinya adalah hardwork and passion yang harus bebarengan. Kita juga harus percaya dengan bisnis yang kita jalani, pasti bisa,” pungkas Wilson. 

Gimana? Ada ide food hybrid apa lagi? (IB07/E05)