Brambang Asem dan Yu Ngatmini, Berkelindan Sejak Puluhan Tahun Silam

Brambang Asem dan Yu Ngatmini, Berkelindan Sejak Puluhan Tahun Silam
Brambang asem khas Solo. (Instagram)

Puluhan tahun berdiri, Pasar Gede menjadi saksi sejarah perkembangan Solo, termasuk kulinernya. Hingga kini, sejumlah pelaku usaha kuliner di Pasar Gede masih bertahan. Bahkan, ada yang masih bertahan setelah puluhan tahun berjualan.

Inibaru.id – Langka dan unik, itulah kesan yang bakal kamu temukan saat berwisata kuliner di Kota Solo, khususnya di Pasar Gede. Di sana, ada satu kuliner unik yang perlu kamu coba, yakni brambang asem. Yu Ngatmini adalah salah seorang penjajanya, yang telah berjualan selama lebih dari dua decade.

Perlu kamu tahu, brambang asem adalah masakan sederhana yang berbahan utama daun ubi jalar atau jeglor, kata orang Solo. Dengan sambal brambang atau bawang merah, brambang asem disantap bersama gembus, ampas tahu yang difermentasi.

Yu Ngatmini sudah 20-an tahun berjualan brambang asem, bersanding dengan cabuk rambak. Entah apa menariknya brambang asem, bahkan untuk makan pun nggak mengenyangkan, tapi orang terus datang silih berganti, pertanda masakan ini begitu diminati.

Penganan ini dinamai brambang asem lantaran sambalnya memang beraroma bawang merah bakar. Bumbu dapur itu diulek bersama cabai rawit, gula Jawa, asam Jawa, daun jeruk, dan terasi. Rasanya? Pedas membakar lidah!

Melayani pembeli sejak pagi, “jam kerja” Yu Ngatmini berakhir pada pukul 17.00 WIB. Namun, lantaran kerap sudah habis pada siang hari, dia biasa pulang lebih gasik.

Di saat brambang asem sudah bukan lagi menjadi makanan yang “seksi” di Pasar Gede, apalagi Solo, Yu Ngatmini dan beberapa penjual lain yang kini bisa dihitung dengan jadi masih bertahan memuaskan pelanggan. Mungkin memang itulah kesenangannya! (IB20/E03)