Belajar dari Keinginan dan Kegigihan Pemilik Basilia Group

Belajar dari Keinginan dan Kegigihan Pemilik Basilia Group
Talisman Rotisserie, salah satu "cabang" bisnis Basilia Group kepunyaan Indriati Tri Kusumastuti. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Berawal dari hobi dan kebiasaan sang pemilik, Indriati Tri Kusumastuti, Basilia Group dibuat. Hingga kini, bisnis itu telah merambah ke pelbagai lini, mulai dari jenis kuliner lokal hingga mancanegara. Gimana kisahnya?

Inibaru.id – Ide bisnis acap datang dari hobi dan kebiasaan kita. Inilah yang dialami Indriati Tri Kusumastuti, pemilik Basilia Group, "korporasi" yang membawahi sejumlah kafe dan restoran di Semarang, Jawa Tengah. Kecintaan pada dunia kuliner dan kebiasaan hidup sehatnya sehari-hari kini menjadi ide kuliner dengan omzet menggiurkan.

Indri mengaku, traveling, makan, dan memasak adalah tiga hobi yang membuatnya bisa mengembangkan bisnis kuliner hingga seperti sekarang. 

"Saat bepergian, terutama ke Eropa, saya sering kali mencicipi makanannya, maka jadilah ide," ungkapnya, "Ini juga yang membuat kebanyakan makanan di Basilia Group bercita rasa Eropa."

 

Menu di Basilia Cafe and Resto dan Talisman Rotisserie. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Nggak berhenti di situ, kebiasaan Indri mengonsumsi makanan sehat sejak kecil juga dia terapkan dalam bisnis kulinernya. Dia banyak belajar gimana membuat makanan yang sehat, mulai dari pemilihan bahan, cara memasak, hingga penyajian.

"Ya, harus banyak belajar tentang edukasi makanan sehat, mulai dari bahan, proses, hingga manfaat dan tujuannya," tutur perempuan asli Kudus tersebut.

Pada 2005, Indri membuka bisnis kuliner pertamanya, yakni Basilia Café and Resto, restoran dengan konsep menu makanan sehat dan natural. Semua bahan dan proses penyajian dijaga dan diatur sedemikian rupa agar hasilnya punya kandungan nutrisi yang sehat dengan rasa yang natural.

“Saya kerap kaget saban melihat cara masak suatu restoran. Proses pembuatan dan bahan yang diberikan mereka sebetulnya sering kali nggak diperlukan tubuh ,” ujarnya. 

 

Talisman Rotisserie. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

Dia pun kemudian berkaca pada ibunya yang nggak pernah memakai MSG dalam masakannya. Belajar dari situ, dia pun mulai menerapkan masakan sehat versinya.

"Sejak saya kecil, ibu kalau masak nggak pernah pakai MSG. Jadi, ternyata ibu sudah menerapkan makanan sehat, tentu dengan cara sederhana yang dia pahami,” kenang Indri.

Penuh Perjuangan

Bukan perkara mudah mengenalkan makanan tanpa penyedap buatan. Rasa yang nggak terlalu "gurih" kerap menjadi batu sandungan, khususnya bagi masyarakat yang mengenal MSG sejak kecil. Dua tahun Basilia berdiri, Indri mengaku merugi.

Namun, keinginan Indri begitu menggebu untuk mengenalkan makanan sehat yang memerhatikan kandungan nutrisi dan rasa alami. 

“Bisnis seperti ini, ya, sulit, prosesnya panjang, terlebih masyarakat di sini kan lebih suka cita rasa yang gurih, yang menggugah selera. Padahal makanan alami juga enak,” terang ibu dari dua anak itu.

Naturalia Bread. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

 

Perlahan, masyarakat mulai paham pentingnya makanan sehat. Bisnis restorannya juga turut berkembang. Basilia Café and Resto kini telah memiliki beberapa cabang. Indri juga merambah bisnis kuliner lain dengan mendirikan Talisman Rotisserie, Naturalia Bread, Mossimo Pizza, dan Pecel Oeleg Ning Halimah.

Hingga saat ini, Indri selalu mengutamakan pelayanan dan kualitas makanannya. Meski nggak memiliki begitu banyak pelanggan, Indri mengaku telah memiliki pelanggan tetap. Pelanggan tetap itu biasanya punya pandangan sama tentang makanan sehat seperti dirinya.

“Bisnis saya memang sepi, kalau ramai saya malah bingung dan aneh. Tapi ya karena sepi ini saya ambil sisi positifnya saja untuk bisa menyajikan hidangan yang berkualitas,” pungkasnya.

Menu Macaroni Salad di Talisman Rotisserie. (Inibaru.id/Verawati Meidiana)

 

Jika hobi dan idealisme bisa "diuangkan" dalam bentuk bisnis, tentu hidup menjadi lebih menyenangkan. Namun, ada beberapa hal yang harus digarisbawahi dari Mbak Indri ini, Millens, yakni kegigihan dan keinginannya untuk terus belajar. Mari kita belajar dari dia! (Verawati Meidiana/E03)