Bisa Sambil Rebahan, Belanja 'Jarak Jauh' Menjadi Alternatif Selama Pandemi

Bisa Sambil Rebahan, Belanja 'Jarak Jauh' Menjadi Alternatif Selama Pandemi
Belanja dari rumah menjadi pilihan saat ini. (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Physical distancing harusnya membuat online shop menangguk untung berlipat. Orang-orang yang semula belanja di tempat, untuk alasan menghindari kerumunan, mungkin memilih membeli via daring. Namun, gimana kenyataannya?

Inibaru.id – Nanik Zumroh yang saya kenal adalah pelapak daring yang berjualan jilbab dan pakaian khusus perempuan. Namun, saat saya temui belum lama ini, pelbagai alat pelindung diri (APD) seperti masker dan hazmat, serta hand sanitizer berbagai ukuran, ada di rumahnya.

Yap, barang-barang yang selama pandemi corona ini akrab di lapak daring tersebut kini memang jadi barang jualan Nanik. Pemilik online shop (olshop) Jilbab Zahara tersebut mengatakan, permintaan barang-barang itu memang melonjak tinggi. 

“Penjualan masker bisa sampai 2.000 pcs per harinya,” ujar Nanik.

Semula, saya sengaja menyambangi Nanik lantaran berasumsi bahwa, selama pandemi, olshop menjadi salah satu bisnis yang bakal cukup diuntungkan. Yap, di tengah anjuran physical distancing, lapak daring seharusnya menjadi solusi orang-orang untuk berbelanja. Namun, ternyata nggak demikian!

Nanik mengaku, omzetnya menurun selama pandemi. Itulah alasan terbesar kenapa dirinya memilih banting setir dengan berjualan APD dan hand sanitizer. Namun begitu, dia nggak menampik kalau belanja daring mungkin bisa jadi alternatif selama menjaga jarak fisik saat ini.

"Bisa jadi. Kita bisa belanja dari rumah; tinggal duduk manis, barang dianter sampai rumah," kelakar perempuan berjilbab tersebut.

Alternatif Berbelanja

Hampir senada dengan Nanik, Putri Azhar Syifa juga belakangan mengaku menjadikan olshop sebagai alternatif berbelanja. Menurutnya, beli barang via daring sangat membantu pada saat-saat seperti sekarang ini. 

“Terlebih, selama physical distancing ini banyak banget diskon di olshop,” kata Putri, lalu tertawa.

Belanja dari rumah bisa mengurangi penyebaran virus, karena nggak menciptakan kerumunan.  (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)
Belanja dari rumah bisa mengurangi penyebaran virus, karena nggak menciptakan kerumunan.  (Inibaru.id/ Rafida Azzundhani)

Kepada saya, Putri mengaku sebetulnya nggak terlalu suka berbelanja via daring. Dia lebih suka belanja di tempat lantaran bisa langsung melihat barang yang akan dibeli. 

"Yap, kecuali kepepet, saya lebih suka beli di tempat," kata dia.

Oya, situasi kepepet itu, misalnya, dialami Putri saat beberapa waktu silam dia merasa kesulitan mencari sabun antiseptik di toko. Dia pun membelinya via daring.

Hal serupa juga dilakukan Farhan. Kali terakhir dia membeli barang via daring adalah waktu mencari masker dan hand sanitizer yang mulai langka di toko, apotek, dan minimarket. Nggak hanya alasan kelangkaan, beli barang via daring juga dilakukannya untuk menghindari kerumunan.  

"Menghindari kerumunan sih, meminimalisasi penyebaran virus," terangnya.

Setali tiga uang, Asa, salah seorang pengguna setia e-commerce mengatakan, beli barang secara daring mungkin cukup efektif untuk mengurangi penyebaran virus corona saat ini.  

“Paling nggak (jual beli via daring) bisa mengurangi orang berkumpul di suatu tempat dalam jumlah banyak,” ungkap Asa yang saya hubungi via chat sekitar awal April 2020 ini.

Mendengar pengakuan mereka, saya nggak bisa membayangkan bagaimana jika pandemi ini berlangsung sedekade lalu, saat olshop belum menjamur. Saya yakin, saat itu physical distancing tentu bakal jauh lebih berat! Ha-ha. (Rafida Azzundhani/E05)