Beromzet Puluhan Juta, Bisnis Buket Bunga Nggak Bisa Dipandang Sebelah Mata

Beromzet Puluhan Juta, Bisnis Buket Bunga Nggak Bisa Dipandang Sebelah Mata
Aydelweiss, bisnis yang Ayudya Fitriana bangun sejak 2015. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Buket bunga bisa jadi bisnis menguntungkan dan minim risiko, lo! Nggak percaya? Simak cerita dari owner Aydelweiss yuk!

Inibaru.id – Di sela kesibukannya memberikan pelatihan merangkai bunga, Ayudya Fitriana menyempatkan waktunya untuk berbincang dengan saya mengenai bisnis yang sedang dia kembangkan. Aydelweiss, sebuah jenama yang dia harap menjadi abadi seperti bunga edelweis.

Aydelweiss kini berkembang cukup pesat. Ini karena sejak 4 tahun lebih dia memulai bisnis ini, omzet yang dia dapatkan sudah mencapai angka Rp10-20 juta tiap bulannya. Wow!

Bermodalkan video di kanal youtube, Ayu, panggilan akrabnya, mengasah keterampilannya dalam merangkai bunga. Nggak hanya itu, dia juga sempat mengikuti pelatihan merangkai bunga di Jakarta. Jadi, keterampilannya sudah nggak diragukan lagi.

Ayu sedang memberikan workshop merangkai bunga kering. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)
Ayu sedang memberikan workshop merangkai bunga kering. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Awal dia membangun bisnis ini, Ayu hanya menawarkan buket fresh flower. Namun, kini Aydelweiss juga menyediakan berbagai produk berbahan fresh flower maupun dry flower (bunga kering), seperti suvenir pernikahan, buket, hiasan mahar, sampai dekorasi pernikahan.

Di tangan ajaibnya, bunga lokal seperti baby breath, camelia, mawar, gerbera, dan yang lain dirangkainya dengan apik. Ayu selalu mengutamakan kualitas produknya. Ini karena baginya bisnis ini nggak hanya menjual bunga tapi menjual karya seni.

Produk bunga kering yang Aydelweiss tawarkan cukup menarik perhatian saya. Ini karena bisnis bunga kering di Semarang masih terbilang jarang ditemui. Jika berkunjung ke studio Aydelweiss di Jalan Tentara Pelajar Nomor 55A-B Semarang, mata pengunjung akan dimanjakan oleh bunga-bunga yang disusun rapi dan digantung di langit-langit studio. Ini karena Ayu melakukan proses pengeringan langsung di studio.

Proses mengeringkan bunga di dalam studio Rukospace. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)
Proses mengeringkan bunga di dalam studio Rukospace. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Proses pengeringan bunga dan daun yang cukup lama menjadi salah satu faktor harga buket bunga kering lebih mahal dibandingkan dengan bunga segar. Meskipun awalnya Ayu hanya memanfaatkan sisa bunga segar untuk dikeringkan, kini buket bunga kering juga cukup diminati.

 Nggak hanya dijadikan buket, Ayu juga menyulap bunga kering menjadi hiasan dinding dengan menggunakan teknik press flower. Meski begitu, buket fresh flower masih menjadi primadona.

Beberapa produk Aydelweiss yang dipamerkan di Rukospace. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)
Beberapa produk Aydelweiss yang dipamerkan di Rukospace. (Inibaru.id/ Dyana Ulfach)

Untuk memesan karya tangan ayu, kamu bisa memesannya terlebih dahulu alias dengan sistem pre order. Jadi bunga yang akan sampai di tanganmu dijamin masih segar. Eits, kecuali produk berbahan bunga kering ya. He he

Ayu bisa membuatkan buket atau produk lain sesuai dengan bujet yang kamu punya. Harga produk Aydelweiss dipatok mulai dari Rp35.000 sampai jutaan. Ini bergantung dengan kerumitan dan banyaknya bunga yang digunakan.

Kamu tertarik membangun bisnis buket bunga? Belajar merangkai bunga dulu ya! (Dyana Ulfach/E05)