Berawal dari Hobi, "Ceker Nangis" Mbak Momo Dibanjiri Pesanan

Inovasi dalam berbisnis bisa datang dari mana saja, salah satunya karena kesukaan makan pedas. Inilah yang dialami Dita Agustin saat memulai bisnis "Ceker Nangis" kepunyaannya. Gimana kisahnya.

Berawal dari Hobi, "Ceker Nangis" Mbak Momo Dibanjiri Pesanan
"Ceker Nangis" ala Mbak Momo. (Instagram.com/@momo_cekernangis)

Inibaru.id - Kekecewaan yang kerap Dita Agustin rasakan saat membeli ceker pedas kesukaannya justru memberikan ide baginya untuk membuat camilan itu sendiri. Perempuan yang akrab disapa Momo itu acap gagal menemukan rasa yang pas. Dia pun kemudian mendirikan bisnis kuliner ceker pedas sendiri dengan nama Ceker Nangis Mbak Momo.

Berdiri sejak 2015, Momo mengaku meracik sendiri bumbu dalam ceker pedas miliknya. Bumbu itu sesuai seleranya. Sebagai awalan sekaligus mengetes pasar, ceker itu dibagi-bagi ke teman-temannya untuk mencicipi. Ternyata banyak yang suka. Dia pun kemudian memberanikan diri memasarkannya via jejaring sosial.

“Ya, saya iseng membuat ceker bumbu pedas lalu saya bagikan kepada teman-teman dekat. Respon postif dari mereka pun bermunculan, hingga saya coba memasarkan masakan saya di media sosial, Facebook," ujar Momo.

Berbagai makanan pedas ala Mbak Momo. (Instagram.com/@momo_cekernangis)

Melalui berbagai promosi itu, pesanan mulai berdatangan. Nggak cuma Ceker Nangis, perempuan kelahiran Lamongan, 4 November 1991, itu juga menambahkan berbagai menu yang wajib dicoba para penggila makanan pedas.

Balungan Edan ala Mbak Momo. (Instagram.com/@momo_cekernangis)

Sebagai bentuk strategi pasar, dia juga menggunakan nama-nama unik pada menu. Beberapa menu tersebut di antaranya Tahu Njerit, Mie Mercon, Puyuh Raja Pedas, Belut Nyerah, Rujak Muncrat, Cumi Rawit, Balungan Edan, Pindang Pecah, Gorengan Wajan, Bebek Mami, Nasi Liwet Ibu Mertua, Udang Cabe, Ote-ote Klenger, Nasi Banjir, hingga Bihun Menjerit.

Cumi rawit dan Bebek olahan pedas ala Mabak Momo. (Instagram.com/@momo_cekernangis)

Masing-masing menu tersebut dibanderol dengan harga yang beragam, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 40 ribu. Momo bercerita, dalam sehari saja lapaknya bisa menghabiskan 40-50 porsi. Bahkan, usaha yang dimulai dengan modal kurang lebih Rp 24 ribu itu kini bisa menghasilkan omzet Rp 10 juta hingga Rp 12 juta dalam satu bulan, loh. Wah!

Nah, mau coba berbisnis atau coba makanananya nih, Millens?  Jika penasaran, kamu bisa mengunjungi akun Facebook mereka "Ceker Nangis Lamongan" dan Instagram @momo_CekerNangis ya. (Hayyina Hilal/E03)