Lagi, Batik Indonesia Berkibar di Luar Negeri

Lagi, Batik Indonesia Berkibar di Luar Negeri
Batik sekarang sudah menjadi identitas Indonesia dan telah diakui oleh UNESCO pada tahun 2009 sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity. (BeritaSatu.com)

Batik Dara Baro berhasil membuktikan bahwa keindahan batik bisa diterima dunia. September lalu, mereka berkesempatan mengikuti pameran di Yunani bersama perusahaan-perusahaan raksaa dunia.

Inibaru.id – Melalui kegigihan, pemilik Batik Dara Baro dan PT Tunas Baru Lampung membuktikan jika batik bisa dikenal dunia dengan cara mengenalkannya hingga ke Negeri Para Filsuf, Yunani.

Meski kondisi perkonomian global saat ini kurang mendukung, tapi melalui usaha yang gigih, dua perusahaan tersebut punya keinginan dan tetap optimis menembus pasar Yunani. Dilansir Kompas.com, (15/9/2018), hal itu ditunjukkan dengan keikutsertaan mereka pada the 83rd Thessaloniki International Fair (TIF) yang berlangsung pada 16/9/2018 kemari di Helexpo Thessaloniki.

Agar batik dikenal luas oleh masyarakat dunia, PT Tunas Baru Lampung dengan produk unggulan Batik Dara Daro mengikuti ajang the 83rd Thessaloniki International Fair (TIF). (viva.co.id)

Event TIF merupakan pameran terbesar di Yunani, dan paling penting di Eropa Tenggara untuk semua bidang bisnis. Wah.

Pameran yang dibuka pada (8/9/2018) dibuka oleh Perdana Menteri Alexisi Tsipras nyatanya diikuti oleh banyak negara, lo.

Nggak hanya Indonesia, India, Siprus, Portugal, Polandia, Bulgaria, Iran, Luksemburg, Rusia, Rumania, Uzbekistan, Taiwan, Vietnam, Turki, Former Yugoslav Republic of Macedonia (FYROM), China, Bangladesh, Mesir, Bulgaria, dan Italia.

Bagi Portugal, Bangladesh, dan Uzbekistan menjadi negara yang berpartisipasi kali pertama pada pameran tersebut. Oh iya, nggak lupa Amerika Serikat ikut serta sebagai negara kerhormatan pada tahun 2018 yang membawa 60 perusahaan besarnya, seperti Google, Facebook, Intel, HP, Microsoft, Oracle, dan Lockheed Martin.

Perwakilan Indonesia pada ajang the 83rd Thessaloniki International Fair (TIF) berswafoto dengan latar belakang Batik Dara Daro. (internasional.kompas.com)

Keikutsertaan Indonesia pada ajang tersebut adalah untuk mengenalkan batik sebagai identitas Indonesia.

Perkenalan produk Indonesia nggak hanya untuk kalangan pebisnis dan masyarakat Yunani,  melainkan untuk semua warga dunia yang hadir. Nah, mereka menyatakan kalau masyarakat Yunani menyukai desain, warna, dan material yang digunakan pada batik serta menyukai pakaian dengan bahan dasar katun maupun sutra.

Wah, semoga makin banyak yang cinta batik ya. (MG10/E05)