Yang Unik dan Cantik, Bantal dan Pouch Lipcraft

Yang Unik dan Cantik, Bantal dan Pouch Lipcraft
Kreasi Lipcraft

Bantal-bantal lucu dengan motif watercolor painting, memangnya nggak luntur? Ya, enggak, dong, karena bantal dan pouch ini diwarnai dengan cat akrilik secara manual. Seperti apa, ya?

Inibaru.id – Coba tengok bantal yang ada di rumahmu, Millens. Motif di atas kainnya merupakan cetakan mesin? Itu sudah biasa. Bagaimana kalau kamu punya bantal lucu yang diwarnai manual dengan kreasi tangan? Pasti unik banget!

Kreasi handpainted goods tersebut salah satunya bisa kamu temukan di Semarang, Jawa Tengah. Melalui usaha yang diberi nama Lipcraft, Alif, sang pemilik, menggunakan cat akrilik sebagai bahan dasar pewarnaan. Namun, uniknya,  sentuhan pola dan warna lembut khas pastelnya bakal mengingatkan kamu dengan teknik watercolor.

Alif mengatakan, semula idenya memang pengin menggunakan cat air (watercolor) yang warnanya lebih lembut. Namun, dia mengurungkannya karena pasti bakal luntur kalau diaplikasikan ke kain. Dia pun mencoba menggunakan cat akrilik yang tahan air dan mengusahakan cat yang biasanya berwarna kuat itu menjadi lebih "pastel". Hm, gimana caranya?

Untuk membuat gradasi warna dari cat akrilik yang cenderung berwarna kuat, Alif mencampurkan warna primer dengan cat putih. Setelah itu cat baru diaplikasikan pada kain sesuai pola yang diinginkan.

"Jadi, proses pembuatan bantal diawali dengan memotong kain seprai tebal sesuai dengan bentuk dan ukuran yang hendak dibuat. Setelah itu baru menyiapkan cat akriliknya," ungkap Alif yang mengaku mengawali usaha sejak September 2017 itu.

Setelah kain dan cat siap, dia pun mulai meramu warna-warna yang dibutuhkan. Untuk melukis, dia menggunakan bantuan air, botol semprotan, dan tentu saja kuas. 

Setelah diwarnai, kain dikeringkan selama minimal 3 jam. Terakhir, kain dijahit sesuai potongan yang sudah dibuat. Untuk lebih cantik, terkadang Alif juga menambahkan hiasan seperti bola pompom.

Otodidak

Proses kreatif dengan akrilik dipelajari Alif secara otodidak. Alif sering memanfaatkan Youtube untuk belajar. Karena semakin suka melakukannya, Alif pun berpikir untuk membuat benda yang bisa dijual.

Mulanya, seluruh proses produksi dilakukan sendiri oleh Alif, termasuk untuk proses menjahit. Untuk menjahit, dia bahkan bersedia belajar teknik menjahit dari yang paling dasar. Namun begitu, demi efisiensi waktu, saat ini Alif memilih untuk bekerja sama dengan penjahit luar.

Bisnis yang dijalani Alif ini juga sempat mengalami kendala. Promosi cukup sulit dilakukan karena terkadang pembeli tidak mengerti proses pembuatan yang memakan waktu sehingga menganggap harganya mahal. Selain itu, mood harus benar-benar dijaga agar hasil karya yang dibuat maksimal.

Alif kebanyakan menjual hasil karyanya via Instagram dan dalam gelaran bazar atau pameran tertentu. Sebuah pouch yang dijual Alif biasa dihargai sekitar Rp 40 ribuan, sedangkan untuk bantal kecil dibanderol Rp 75 ribuan. Sementara, untuk bantal besar, dia menjualnya seharga Rp 100 ribuan. (Ayu S Irawati/E03)