Bahan Baku Masih Jadi Kendala Pembuatan Payung Tradisional

Bahan Baku Masih Jadi Kendala Pembuatan Payung Tradisional
Pembuatan kerangka payung lukis. (Instagram/tandur_ri)

Bahan baku pembuatan payung lukis memang cukup sulit didapatkan, khususnya di wilayah Klaten. Namun, perjuangan itu sepadan, karena payung tradisional cukup banyak diminati saat ini.

Inibaru.id – Payung lukis memang menarik. Apakah kamu tertarik memilikinya? Kendati tampak sederhana, nggak banyak yang menyangka ada proses pembuatan yang cukup rumit dan berbagai kendala pada payung lukis, salah satunya yang ada di Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten.

Dengan proses yang lumayan panjang dan rumit, pembuatan payung biasanya diawali dengan pencarian kayu mahoni, kenanga, atau bambu wulung. Bahan baku ini juga menjadi masalah yang lumayan pelik bagi pengrajin payung lukis.

Keterbatasan bahan baku menjadi kendala produksi payung lukis. Ini karena kebanyakan bahan baku bukan berasal dari Juwiring, melainkan dari lereng Gunung Merapi. Namun, ini sebanding, karena kebutuhan payung itu juga lumayan besar.

Perlu kamu tahu, selain membuat payung lukis untuk perayaan tertentu, para pengrajin biasanya juga menggarap payung hiasan dan semua jenis payung tradisional, termasuk payung agung untuk acara keraton, payung untuk pemakaman, payung untuk kirab, payung tari, dan payung fungsional lainnya.

Harganya pun terjangkau. Kamu bisa membawa pulang sebuah payung lukis dengan harga Rp 25 ribu saja. Namun, untuk payung yang lebih rumit, harganya bisa mencapai jutaan rupiah, sih.

Gimana, siap mencari payung tradisional di Klaten? (IB20/E03)