Aveo, Sepatu untuk Kaki Lumpuh Berbasis Android

Aveo, Sepatu untuk Kaki Lumpuh Berbasis Android
Sepatu Aveo. (Kanigoro.com)

Sepatu karya mahasiswa ini bisa membantu para penderita lumpuh agar kakinya bisa bergerak.

Inibaru.id – Kelumpuhan bisa dialami siapa saja lantaran berbagai faktor seperti stroke, kecelakaan, atau mungkin akibat tindak kekerasan.

Karena itulah, mahasiswa Sekolah Vokasi UGM, Muhammad Fahmi Husaen, Danar Aulia Hasan, serta Widiyanto mengembangkan inovasi teknologi kesehatan berupa sepatu yang bisa mencegah kontraktur pergelangan kaki (angkle) pada penderita kelumpuhan.

Muhammad Fahmi Husaen, Danar Aulia Hasan, dan Widiyanto. (Harianjogja.com)

Berkat inovasi ini, mereka mampu menyabet 2 medali emas Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) pada Pekan Ilmah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) yang berlangsung pada 29 Agustus-1 September 2018 kemarin di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Ditulis Youngster.id (12/8/2018), pengembangan alat yang dinamai Achilles Physiotheraphy Orthosis (Aveo) ini berawal dari pengalaman Fahmi yang menderita Duchenne Muscular Dystrophy (DMD). Karena penyakit ini, Fahmi mengalami penurunan fungsi otot.

Pergelangan kaki Fahmi kaku karena nggak pernah difisioterapi. Kondisi ini sering disebut dengan kontraktur ankle. Kondisi ini menginspirasi pria berusia 21 tahun tersebut untuk membuat alat yang bisa membantu mencegah terjadinya kontraktur ankle.

“Kami mengembangkan sepatu yang bisa memberikan gerakan otomatis seperti fisioterapi sehingga bisa mencegah kontraktur ankle,” kata Fahmi yang dilansir Humas UGM belum lama ini.

Dibawah bimbingan dosen UGM, Budi Sumanto, ketiganya mengembangkan sepatu Aveo sejak April 2018. Sepatu ini dibuat dengan menggunakan motor servo sebagai penggerak utamanya yang dihubungkan ke kontroler berbasis Arduino Nano. Alat ini dilengkapi juga dengan sensor Gyroscope dan Accelometer untuk memperkirakan pergerakan sendi agar maksimal saat menggunakan mode otomatis. Wah!

Sepatu Aveo. (Ugm.ac.id)

“Sepatu ini bisa dikontrol menggunakan aplikasi pada smartphone andoid. Jadi, pengguna bisa mengatur derajat kemiringan dan kecepatannya. Bisa menggerakan angkle kaki 20 derajat ke atas dan 45 derajat ke arah bawah,” jelas Fahmi.

Gimana Millens? Semoga inovasi ini bisa terus dikembangkan agar bisa dimanfaatkan mereka yang membutuhkan, ya! (IB06/E05)