Keasyikan Berburu Makanan Tradisional di Minggon Jatinan

Kalau kangen dengan masakan dan minuman tradisional, Minggon Jatinan yang digelar oleh Pemerinah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, bisa kamu jadikan sebagai destinasi wisata. Seperti apa kemeriahannya?

Keasyikan Berburu Makanan Tradisional di Minggon Jatinan
Bupati Batang dan para warga dalam peluncuran Minggon Jatinan. (Tribunnews.com)

Inibaru.id  – Di tengah gempuran beragam makanan modern, sebaiknya kita nggak melupakan makanan tradisional, ya, Millens. Nah, kalau kamu ingin memburu bermacam-macam makanan tradisional, kamu bisa berkunjung ke “Minggon Jatinan” yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Kata minggon bermakna hari Minggu atau akhir pekan. Sementara, kata jatinan memiliki arti bahwa kegiatan tersebut dilakukan di tengah hutan jati. Yap, Minggon Jatinan yang baru diluncurkan pada Minggu (22/4/2018) itu memang berpusat di Hutan Kota Rajawali yang berada di ruas Jalan Dr. Soetomo, Batang.

Baca juga:
Pesona Payung Lukis dari Ngudi Rahayu Klaten
Keranjang Bambu Batik Unik di Cilacap Menembus Pasar Internasional

Bertujuan untuk melestarikan makanan tradisional dan menghidupkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), kegiatan ini juga merupakan dukungan program pemerintah untuk tahun kunjungan wisata 2022 sebagai surga Asia.

“Melalui Minggon Jatinan kami berharap ada inovasi dan kreativitas penyaji makanan tradisional, harus terus ada, tanpa harus meninggalkan kealamian, karena sekarang masyarakat sudah ingin kembali ke alam, atau back to nature,” ujar Wihaji, Bupati Batang, seperti ditulis suaramerdeka.com (23/4/2018).

Ratusan warga datang untuk membeli beranekaragam kudapan yang ada. Terdapat 27 jenis sajian khas yang disuguhkan di atas lincak, yaitu bangku panjang yang dibuat dari bambu. Sajian tersebut di antaranya pecel, jamu, nasi liwet, dan nasi jagung. Bahkan, serabi kalibeluk yang tebal dan manis pun sempat dibagikan secara gratis, lo.

Keunikannya, keseluruhan transaksi dalam pasar ini dilakukan dengan menggunakan koin tradisional atau kreweng seharga Rp 2000, seperti ditulis tribunnews.com (22/4/2018).

Eits, Minggon Jatinan nggak hanya mengedepankan aspek kuliner, lo. Dalam kegiatan ini, penyelenggara juga melakukan edukasi permainan tradisional yang dimainkan anak-anak seperti bakiak, egrang, dan gasing. Ada pula hiburan rakyat yang menampilkan musik calung.

Baca juga:
Menyulap Cangkang Kerang Jadi Hiasan Eksotis
Harapan Keuntungan dari Ikan Sidat di Kampung Sidat

Konsep destinasi wisata yang mengedepankan halal tourism juga dibawa dalam kegiatan ini. Tujuannya untuk menjaga budaya ketimuran yang menyajikan makanan khas timur yang halal.

Seiring waktu, variasi dalam Minggon Jatinan akan bermunculan. Selanjutnya, Minggon Jatinan akan rutin dibuka setiap pekan dengan jam operasional dari pukul 06.00 hingga pukul 12.00.

Oya, antusiasme warga Batang begitu tinggi terhadap kegiatan ini. Duh, jadi ingin ikut berkunjung ya, Millens. (IB08/E02)