Antimainstream, Senyawa Hadirkan Produk Jamu, Pupuk, dan Tembakau

Antimainstream, Senyawa Hadirkan Produk Jamu, Pupuk, dan Tembakau
Jamu kemasan Senyawa Mandiri yang bisa kamu pesan secara daring. (Dokumentasi Yes No Shop)

Bukan hanya kaus, CD, kaset, vinyl, dan bendera, pada dekade baru ini kelompok musik eksperimental Senyawa mengeluarkan jamu, pupuk, dan tembakau sebagai merchandise resmi mereka dalam naungan Senyawa Mandiri.

Inibaru.id – Mengawali dekade ketiga abad ke-21 ini, Senyawa memilih jalan lain dalam merilis merchandise kelompok musik mereka lho, Millens. Melalui nama Senyawa Mandiri, produk berupa jamu, pupuk, dan tembakau menjadi merchandise resmi kelompok musik eksperimental ini.

Produk ini pertama kali muncul dalam tur Dekade Pertama yang menyasar tiga kota: Jakarta, Bandung, dan Majalengka. Ketika bertemu di konser Senyawa Nusantara Chapter 1, Rabu (4/3), Rully Shabara, vokalis kelompok musik ini, menyatakan produk Senyawa Mandiri digunakan sebagai upaya baru mereka dalam merealisasikan kelompok musik yang mandiri.

Menurut Rully, dekade ini Senyawa baru menyadari bahwa musik saja nggak cukup. Dari banyak keinginan yang ada, Senyawa terlambat menyadari keterbatasan itu.

“Kita menyadari setelah sepuluh tahun, kita baru menyadari itu. Telat. ‘Waduh kita belum punya apa-apa,’ pengen punya ini, pengen punya itu, banyak. Hanya, kita sibuk main musik aja,” ucap Rully. Karena keasyikan bermusik itu, Senyawa luput bahwa mengelola kelompok juga penting.

Salah satu jamu Senyawa Mandiri yang berkhasiat menumpas asam urat. (Dokumentasi Yes No Shop)
Salah satu jamu Senyawa Mandiri yang berkhasiat menumpas asam urat. (Dokumentasi Yes No Shop)

Kehadiran produk-produk dari Senyawa Mandiri ini adalah keinginan Senyawa untuk menjadi sebuah kelompok musik yang mandiri. Kemandirian, bagi Senyawa, adalah unsur penting untuk berkarya. Dari kemandirian itulah kebebasan untuk berkarya bisa didapatkan karena dari kemandirian akan muncul apa yang mereka sebut sebagai daya hidup.

Selain itu, produk berupa jamu, tembakau, dan pupuk itu dirasa sebagai produk yang cocok karena produk itu dekat dengan Senyawa dan sesuai dengan musik yang mereka ciptakan. Proses produksinya pun menggunakan prinsip kolaborasi dan belajar dari kelompok lain. Dalam hal ini, bagi Senyawa berjejaring menjadi sangat penting.

“Karena mandiri dan berdaya hidup saja belum cukup ternyata. Bisa mandiri, bisa menghasilkan sendiri dari karyanya, yang kurang apa? Berjejaring, yang penting juga,” tambah Rully usai konser. Hal itu diaplikasikan ketika membuat pupuk, Senyawa mengajak orang-orang yang sudah khatam memproduksi pupuk. Dari belajar membuat pupuk itu, Senyawa akhirnya menambah lagi jaringan.

Bagaimana, menurutmu Millens? (Gregorius Manurng/E05)