8 Protokol Kesehatan Fashion Show Versi Kemenparekraf, Apa Saja?

8 Protokol Kesehatan Fashion Show Versi Kemenparekraf, Apa Saja?
Ilustrasi: Protokol kesehatan gelaran fashion show di tengah pandemi sangat diperlukan. (Inibaru.id/ Triawanda Tirta Aditya)

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para pelaku industri mode jika ingin menggelar fashion show di tengah pandemi. Nggak cuma untuk model, hal ini juga berlaku bagi seluruh pihak yang terlibat termasuk pengunjung.

Inibaru.id - Satu agenda yang terpaksa ditunda bahkan terpaksa gagal akibat pandemi adalah fashion show. Ya, industri fesyen juga nggak luput dari dampak Covid-19.

Namun, belum lama ini Kementerian Pariwisata dna Pariwisata Kreatif (Kemenparekraf) mengeluarkan panduan khusus terkait protokol kebersihan dan kesehatan untuk sektor ekonomi kreatif. Salah satunya adalah pelaksanaan fashion show di tengah pandemi Covid-19.

Panduan ini dibuat berdasarkan panduan kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah Indonesia dan WHO guna menekan laju penyebaran Covid-19. Lalu apa saja sih protokol kesehatan yang harus dipatuhi saat gelaran fashion show?

1. Kecuali Para Model, Semua Pakai Masker

Model tak wajib pakai masker. (alodokter)
Model tak wajib pakai masker. (alodokter)

Para model mendapatkan pengecualian penggunaan masker saat peragaan busana berlangsung. Meski begitu, para model wajib melakukan berbagai protokol kesehatan lain seperti menjaga jarak, penggunaan face shield dan hal lain yang dapat melindungi diri dan orang lain.

2. Memakai Mekap Pribadi

Membawa mekap pribadi. (Mums on the go)
Membawa mekap pribadi. (Mums on the go)

Setiap model direkomendasikan untuk membawa dan menggunakan mekap milik pribadi. Jika tidak, penyelenggara wajib meyediakan mekap untuk masing-masing model.

3. Disinfeksi Pakaian

Pakaian wajib didisinfeksi sebelum dan sesudah dipakai. (Ohsospotless)
Pakaian wajib didisinfeksi sebelum dan sesudah dipakai. (Ohsospotless)

Disinfeksi pakaian dilakukan sebelum dan sesudah pakaian dikenakan oleh para model. Hal ini untuk memastikan setiap pakaian terbebas dari kuman.

4. Memberi Jarak Pengunjung

Jaga jarak antarpengunjung. (Gettyimages)
Jaga jarak antarpengunjung. (Gettyimages)

Kurang meriah rasanya jika pergelaran fashion show tanpa dihadiri pengunjung. Jika acara fashion show dibuka untuk pengunjung, penyelenggara wajib memberikan jarak antar kursi pengunjung.

5. Menjaga Area Produksi nggak Terlalu Padat

Menjaga agar area nggak terlalu padat. (Inibaru.id/ Zulfa Aisah)
Menjaga agar area nggak terlalu padat. (Inibaru.id/ Zulfa Aisah)

Penyelenggara juga wajib memastikan agar area produksi nggak terlalu padat. Hal ini juga untuk memberi ruang antarpelaku dan mengedepankan prinsip physical distancing.

6. Rapid Test atau PCR

Ilustrasi: Tes rapid. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Ilustrasi: Tes rapid. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Penyelenggara didorong agar sebisa mungkin menggelar rapid test atau PCR bagi seluruh pihak yang terlibat. Hasil tes negative selanjutnya dilampiri pernyataan masa berlaku dari instansi yang berwenang.

7. Menyediakan Sarana Cuci Tangan

Menyediakan tempat cuci tangan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)
Menyediakan tempat cuci tangan. (Inibaru.id/ Zulfa Anisah)

Selain beberapa hal di atas, ketersediaan sarana cuci tangan juga menjadi hal yang penting. Penyelenggara wajib menyediakan sarana cuci tangan di belakang panggung dengan jumlah yang cukup.

8. Mempertimbangkan Fashion Show Daring

lebih baik daring. (ACA)
lebih baik daring. (ACA)

Ketimbang menggelar fashion show secara langsung, para pelaku industri mode disarankan untuk mempertimbangkan gelaran fashion show secara daring. Hal ini juga dapat membantu meminimalisasi risiko penularan Covid-19.

Semoga para pelaku industri mode mematuhi protokol kesehatan ini saat menggelar fashion show ya, Millens! (Cnn/IB27/E03)