7 Malaikat di Dunia Investasi, Pemberi Asa Usaha Rintisan di Indonesia

7 Malaikat di Dunia Investasi, Pemberi Asa Usaha Rintisan di Indonesia
Ilustrasi Angel Investor. (Shutterstock)

Tanpa investor, para pendiri startup tentu bakal kesulitan mengembangkan bisnisnya. Siapa sangka di Indonesia banyak angel investor a.k.a malaikat investasi. Mereka ini siap menggelontorkan dana yang nggak sedikit dan bimbingan untuk perusahaan rintisan. 

Inibaru.id – Kamu mungkin nggak menyangka kalau di Indonesia ada banyak malaikat investasi. Mereka membantu mewujudkan ide para generasi muda dalam mengembangkan startup. Hm, siapa saja mereka?

1. Shinta Dhanurwardoyo

Shinta
Shinta "Bubu" Dhanurwardoyo saat ini menjadi angel investor di beberapa startup. (Teknologi Bisnis)

Shinta Dhanurwardoyo atau dikenal Shinta Bubu adalah perintis perusahaan internet di Indonesia. Dia mengaku sudah berperan sebagai angel investor di banyak startup. Nggak semua startup yang dia dukung bertahan, ada juga yang “kukut”.

Saat ini Shinta menjadi angel investor di startup Catfiz (aplikasi messaging dan sosial media), Kartoo (financial technology-dalam proses inkubasi), DreadOut (aplikasi game horor), dan DewaNation (social networks berbasis negara).

“Saya tidak hapal nama-namanya, karena banyak sekali. Semua menggunakan uang pribadi (personal money), karena saya memiliki minat dan passion di startup,” ujar Shinta.

Pada 2015 silam, Shinta membentuk klub malaikat investasi bernama Angel-eQ Network. Ada 15 pengusaha pendiri yang bergabung di dalamnya, antara lain Adi Sariaatmadja (SCTV Group), Budi Sadikin (mantan Dirut Bank Mandiri), Emil Abeng, Erick Thohir (pemilik Mahaka Group), Erik Meijer, Harry Nugraha, dan Tony Fernandes  (CEO Air Asia). Baru-baru ini, Angel-eQ Network melakukan pitching terhadap ratusan startup yang berminat didanai.

“Saya katakan ini klub, karena kami mempunyai minat yang sama terhadap startup. Visi kami adalah aktif menciptakan perusahaan teknologi Indonesia yang besar sekali dengan skala global,” ujar dia. 

2. Victor Fungkong

Victor Fungkong, salah seorang founder Tokopedia juga seorang angel investor. (generasimandiri.id)
Victor Fungkong, salah seorang founder Tokopedia juga seorang angel investor. (generasimandiri.id)

Pendiri sekaligus chief executive officer (CEO) PT Indonusa Dwitama, Victor Fungkong, juga merupakan angel investor yang sering mendanai startup. Perusahaan Victor bergerak di bisnis teknologi informasi dan internet, jasa keuangan, sumber daya mineral, dan energi. Dalam bisnis teknologi informasi dan internet, Indonusa mempunyai saham di Tokopedia.com, Docotel.com, dan lain-lain. Victor juga bisa dikatakan founder Tokopedia.

Selain mendanai di tahap-tahap awal Tokopedia pada periode 2009-2010, Victor juga aktif lo memberikan ide-ide dan hasil risetnya kepada William Tanujaya dan Leontinus Alpha Edison, saat Tokopedia masih berupa ide. Hal ini nggak mengherankan karena Victor sudah berpengalaman di bisnis internet. Dia telah membangun startup sejak 2000 di Amerika Serikat. Sementara sejak 2007 William dan Leon adalah karyawan Indocom Group, kelompok usaha milik Victor.

3. Danny Oei Wirianto

Danny Oei Wirianto, angel investor kaskus. (Mojok)
Danny Oei Wirianto, angel investor kaskus. (Mojok)

Kaskuser mana suaranya? Ini lo malaikat investornya Kaskus. Namanya Danny Oei Wirianto. Dia adalah adalah Chief Marketing Officer GDP Venture, perusahaan modal ventura lokal milik Djarum Group.

Selain kaskus, dia mengaku menjadi angel investor di startup seperti Carousell (Singapura), serta Ryce dan Eaze yang berbasis di Amerika Serikat. Dengan pengalaman 20 tahun di dunia internet, wajar jika Danny berani menginvestasikan uang pribadinya. Meski nggak menyebutkan angka secara spesifik, Danny memperkirakan angel investor mengucurkan dana berkisar Rp 50 juta hingga Rp 1 miliar. Jumlah ini tergantung kondisi keuangan si angel investor.

“Keuntungan menjadi angel investor adalah apabila sebuah startup berhasil ke pendanaa series A, B atau selanjutnya, kita bisa melihat kenaikan yang signifikan dari value seed investment kita di startup. Namun, angel investor juga lebih berisiko tinggi, keberhasilan dari satu startup belum pasti dan kebanyakan mati sebelum pendanaan berikutnya,” ujar Danny yang pernah membuat startup, antara lain Mindtalk.com, SemutApi Colony, dan MerahPutih Inc.

4. Sugiono Wiyono

Sugiono Wiyono, angel investor yang sudah banyak membantu perusahaan startup. (Investor.id)
Sugiono Wiyono, angel investor yang sudah banyak membantu perusahaan startup. (Investor.id)

Kalau kamu sedang menggeluti bidang startup, nama ini tentu nggak asing. Sugiono Wiyono adalah CEO PT Trikomsel Oke Tbk. Dia sudah banyak membantu entrepreneur muda yang baru membangun usaha di industri digital Indonesia.

Kapanlagi Network dan Mig33 yang kini berubah nama menjadi Migme adalah sebagian investasinya. Pada 2011 lalu, Sugiono antara lain bersama Andi S Boediman mendirikan Ideosource, sebuah perusahaan modal ventura lokal yang didukung Indra Widjaja (Sinarmas Group). Hingga sekarang 22 startup sudah mereka danai, antara lain 8wood (online fashion), Saqina (e-commerce), aCommerce, Orori (e-commerce), dan FemaleDaily (online media).

5. Amir Sambodo

Amir Sambodo pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menperin. (Will Oliver/AFP)
Amir Sambodo pernah menjabat sebagai Staf Khusus Menperin. (Will Oliver/AFP)

Amir Sambodo merupakan angel investor melalui TeknoVentura. Mantan CEO Berau Coal ini nggak cuma investasi di startup teknologi digital, tapi juga teknologi lebih luas seperti pembangkit listrik. Perusahaan rintisan digital yang telah dibantu antara lain T-files (vendor turbin pembangkit listrik tenaga arus laut) dan GNFI (media massa dengan platform sosial media).

Selain itu, dia juga membantu Bitread (platform penerbitan digital), Nuesto (software house untuk platform antrean online dan sosial media untuk masjid), dan beberapa startup dengan basis web. Menurutnya, investasi yang sudah digelontorkan berkisar Rp 100 juta hingga Rp 1 miliar.

Seluruh perusahaan rintisan digital yang didanai TeknoVentura berkembang cukup baik sesuai dengan skala bisnis di setiap sektor usahanya. “Kami tidak mengukur kecepatan payback period karena lebih mengutamakan pertumbuhan yang berkesinambungan. Yang jelas mereka semua berkualitas,” kata Amir. Hm, bijak banget ya, Millens?

Sayangnya, sosok bijak ini sudah berpulang pada 24 Maret 2020. 

6. Elisa Lumbantoruan

Beberapa startup yang didanai dan dibimbing sukses. (Warta Ekonomi/Agus Aryanto)
Beberapa startup yang didanai dan dibimbing sukses. (Warta Ekonomi/Agus Aryanto)

 Dia adalah mantan direktur PT Garuda Indonesia Tbk. Elisa Lumbantoruan mengaku menjadi malaikat investasi, tapi kurang serius. Dia berhenti sejak 2014. Diminta menyebutkan perusahaan rintisan mana saja yang telah mendapat kucuran dananya, Elisa menolak.

Yang jelas, kata dia, beberapa startup sudah tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai harapannya. “Beberapa startup saya bantu. Dananya tidak besar, sekitar Rp 25 juta hingga Rp 50 juta. Yang lebih signifikan sebenarnya bantuan pemikiran, seperti mentoring atau advisory,” kata dia.

7. Angel Investment Network Indonesia (Angin)

Shinta Kamdani, CEO Sintesa Group, salah satu angel investor ANGIN. (Tempo)
Shinta Kamdani, CEO Sintesa Group, salah satu angel investor ANGIN. (Tempo)

Menamakan diri Angel investment Network Indonesia (Angin), jaringan ini merupakan gabungan beberapa angel investor. Mereka adalah Shinta Kamdani (CEO Sintesa Group), Diono Nurjadin (CEO Cardig International), Izak Jenie (Direktur 7-Eleven Indonesia), dan lain-lain.

Nah, sudah tahu kan siapa malaikat-malaikatnya? Sekarang saatnya bikin mereka terkesan dengan ide-ide "gilamu". (Kom/IB21)