Jangan Sembarangan "Ngerem", Begini Aturannya

Penggunaan rem saat berkendara tidak boleh sembarangan. Pengemudi harus memperhatikan kecepatan dalam menggunakan rem, baik depan ataupun belakang.

Jangan Sembarangan "Ngerem", Begini Aturannya
Teknik pengereman yang tepat dengan menyesuaikan kecepatan sepeda motor. (Medcom.id/Ahmad Garuda)

Inibaru.id – Hingga kini, sepeda motor masih jadi kendaraan primadona di wilayah perkotaan. Ini karena sepeda motor dapat dengan mudah melewati kepadatan lalu lintas di perkotaan. Pengemudi di jalanan yang padat seperti perkotaan mesti pintar mengolah kecepatan dan mengoperasikan rem.

Namun, nggak banyak pengemudi tahu bagaimana cara menggunakan rem yang benar. Hal tersebut tentunya bisa membahayakan pengemudi dan orang-orang di sekitarnya.

Mengutip laman Medcom.id, Kamis (4/10/2018), menulis, Chief Instructor dan pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC) Jusri Pulubuhu di Jakarta menjelaskan bagaimana cara melakukan pengereman kendaraan bermotor roda dua. Menurut Jusri, saat melakukan pengereman, pengemudi juga harus memperhatikan kecepatan kendaraannya.

"Saat melakukan pengereman, jangan sembarangan menggunakan rem. Dianalisis dulu kecepatan dan kondisi sekitar," jelas Jusri.

Lebih lanjut, Jusri mengatakan, saat motor melaju di bawah 30 km/jam jangan gunakan rem depan, cukup dengan rem belakang. Menggunakan rem depan saat kecepatan rendah malah berbahaya karena bisa membuat roda mengunci dan setang berbelok.

Sementara itu, bagi kamu yang mengemudi pada kecepatan 30-80 km/jam gunakan kedua rem sekaligus. Nah, bagi kamu yang memacu kecepatan di atas 80 km/jam gunakanlah rem depan untuk mengurangi kecepatan.

Bagaimana, Millens? Sudah tahu kan cara menggunakan rem yang benar? Pastikan untuk selalu berhati-hati saat berkendara, ya. (MG12/E04)