8 Tahun, Album Terbaru yang Menarik dari Adhitia Sofyan

Setelah ditunggu-tunggu hampir sekitar 5 tahun, Adhitia Sofyan akhirnya kembali menelurkan album barunya yang berjudul 8 tahun.

8 Tahun, Album Terbaru yang Menarik dari Adhitia Sofyan
yuk kita dengerin lagu dari album terbaru milik adhitia sofyan (Foto: google)

inibaru.id - Bagi Anda penyuka musik indie atau akustik, tentu sudah sangat akrab dengan suara lembut dan petikan gitar khas dari Adhitia Sofyan. Dalam beberapa tahun belakangan, lagu-lagu seperti Forget Jakarta, Adelaide Sky, hingga Tokyo Lights Fade Away dan lain sebagainya memang kerap muncul di radio atau tangga lagu tanah air. Setelah ditunggu-tunggu hampir sekitar 5 tahun, Adhitia akhirnya kembali menelurkan album barunya yang berjudul 8 tahun. Apa sajakah yang menarik dari album penyanyi kelahiran Bandung ini?

  1. Makna dari judul “8 Tahun”
    Mini album milik Adhitia ini memang masih memiliki konsep yang sama, yakni home recording. Kebanyakan lagu-lagu yang ia ciptakan direkam di studio di tempat tinggalnya sebagaimana album-albumnya yang terdahulu. Yang menarik adalah, mini album 8 Tahun ini ternyata banyak menceritakan soal kehidupan Adhitia Sofyan saat pertama kali menekuni dunia musik. Sebagaimana diketahui, pada tahun 2009 silam, Ia merilis album berjudul Quite Down dengan single Adelaide Sky  yang berhasil menembus pasaran tanah air. Lagu tersebut bahkan menjadi salah satu soundtrack film dan menarik perhatian cukup banyak masyarakat Australia. Setelahnya, Adhitia juga merilis dua album lain yakni Forget Your Plans dan yang terakhi radalah How to Stop Time pada 2012 lalu.
  1. Album ini memiliki lagu berbahasa Indonesia dan Jawa
    Sebagaimana album-album terdahulu yang memakai judul dengan Bahasa Inggris, lagu-lagu  Adhitia Sofyan juga cenderung memakai lirik dengan Bahasa Inggris meskipun tentu kita masih bisa menemukan beberapa lagunya yang menggunakan Bahasa Indonesia seperti Memilihmu. Namun, di album terbaru ini, Adhitia menyisipkan lima lagu dimana empat lagu diantaranya memakai bahasa Indonesia, yakni Seniman, Sesuatu di Jogja, 8 Tahun, dan Naik Kereta Saja. Sisanya, ada lagu berbahasa Jawa yang berjudul Dan Ternyata.
    Adhitia sendiri mengaku jika proses membuat lagu dalam Bahasa Indonesia ternyata cukup menakutkan baginya karena membuatnya harus benar-benar memperhatikan keseimbangan lirik, mencari sesuatu yang berbeda, dan juga fresh.  Ia pun akhirnya menulis lirik yang tidak klise dan generik sesuai dengan cirri khasnya sendiri.
  1. Kembali ke gaya musiknya yang semula
    Adhitia menyebutkan, banyak lagunya di album ketiga yang seperti tidak memiliki koneksi yang kuat dengan pendengarnya. Ia pun berpikir jika lagu-lagunya itu mungkin terlalu rumit akibat dari usahanya yang terlalu keras dalam membuat lagu dengan nuansa yang baru. Hal inilah yang justru ia hindari dalam pembuatan mini album terbarunya ini.
    Adhitia ternyata memilih untuk mengedepankan kesederhanaan dan kembali ke gaya musiknya yang semula. Tujuannya agar ia bisa kembali dekat dengan pendengarnya.

Mini album 8 Tahun dari Adhitia Sofyan sendiri sudah bisa kita nikmati secara digital sejak 10 Juli 2017. Album ini juga akan beredar dalam bentuk fisik berupa CD dalam waktu dekat. (AS/IB)