Peringati Hari Kanker Sedunia, YDBL bersama Pancacom gelar Seminar dan Gathering Penyintas Kanker se-Pantura

Peringati Hari Kanker Sedunia, YDBL bersama Pancacom gelar Seminar dan Gathering Penyintas Kanker se-Pantura

Kudus - Yayasan Dharma Bakti Lestari bersama dengan Pantura Cancer Community atau Pancacom menggelar acara seminar dan gathering para penyintas kanker di Ballroom Hotel @Hom Kudus. Acara ini merupakan rangkaian dari kunjungan dapil sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari lalu.

Sebanyak kurang lebih 200 peserta dari berbagai kalangan mulai dari penyintas kanker, pengurus dan kader penggerak PKK hingga masyarakat umum hadir mengikuti rangkaian acara ini.

Relawan Pancacom juga memberikan sosialisasi terkait gerakan SADARI. Seperti diketahui, gerakan periksa payudara sendiri betujuan untuk mengajak dan melatih para peserta untuk melakukan deteksi dini secara mandiri terhadap gejala kanker payudara.

Hal ini penting dilakukan, mengingat mayoritas kasus kanker payudara baru terdeteksi ketika sudah mencapai stadium lanjut, sehingga sulit untuk disembuhkan.

Ketua Pancacom Santi Ambarwati menyebut, sosilisasi SADARI ini rutin dilakukan setiap minggu kepada masyarakat, terutama ibu-ibu. Menurutnya, masyarakat lebih menyukai sosialisasi seperti ini, sebab mereka bisa berlatih bersama dalam melakukan gerakan SADARI.

"Untuk memberikan percontohan kepada warga, maka kami memberikan penyuluhan. Warga desa itu cuma mau tau yang simpel, jadi kita kasih pengertian apa itu SADARI. Lalu, kita praktikkan agar mereka tahu", ucapnya.

Acara seminar dan gathering ini juga dihadiri oleh ahli penyakit kanker (onkologi) dr. Subianto, Sp.B, Sp. B (K) Onk dari Rumah Sakit Ken Saras Kabupaten Semarang. 

Sebagai pembicara, dr. Subianto menyebut bahwa sebanyak 15-20 % penyakit kanker terutama kanker payudara adalah genetik. "Karena ada kelainan pada kromosom DNA nya, sehingga sehingga sel-sel dari kelenjar payudara itu tidak mau mati."

Selain itu, penyebab kanker yang lain adalah dari gaya hidup yang tidak sehat. "Selebihnya ya, gaya hidup, makanan dsb. Makanya harus menerapkan gaya hidup sehat, seperti makan-makanan sehat dan olahraga rutin", lanjutnya.

Acara seminar dan gathering berlangsung lancar. Semua peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan dan penyuluhan dari para pembicara. Di akhir acara, para peserta bahkan bernyanyi bersama. Mereka membawakan lagu dari Jangan Menyerah dan Manusia Kuat untuk saling menyemangati satu sama lain.

Acara ini merupakan inisiasi dari Dewan Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari yang juga Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. Seperti diketahui, Rerie sapaan akrab Lestari Moerdijat merupakan seoran survivor kanker payudara. Ia pun turut mendedikasikan diri untuk membantu para penyintas kanker payudara dan para wanita untuk lebih sadar terhadap kesehatan payudaranya. Salah satunya melalui acara melalui seminar dan sosialisasi gerakan SADARI ini yang dikemas dalam kunjungan daerah pemilihan (Kundapil) yang pertama di tahun 2020.

Tags :