Asli Indonesia, Kuliner Daerah ‘Nyeleneh’ Bikin Melongo

Ingin tahu kuliner 'nyeleneh' asal indonesia? Ini daftarnya

Asli Indonesia, Kuliner Daerah ‘Nyeleneh’ Bikin Melongo
Sate ulat sagu makanan khas papua. (foto: sarihusada.co.id)
2k
View
Komentar

inibaru.id - Indonesia memang terkenal dengan khasanah kulinernya yang beragam di tiap-tiap daerahnya. Makanan di tiap daerah itupun berbeda-beda. Tapi tak banyak diketahui, ternyata selain bahan yang lazim digunakan sebagai olahan masakan, seperti danging sapi, kambing, ayam tersebut masih banyak bahan makanan yang sangat aneh dan jarang didengar. Bahkan bagi sebagian orang makanan tersebut terbilang ekstrim, nyeleneh dan terkadang menjijikkan. Yang paling menarik, makanan-makanan tersebut justru ada yang menjadi makanan favorit bahkan makanan khas dari suatu daerah tertentu.

Nah, berikut ini merupakan beberapa jenis makanan di berbagai daerah di Indonesia yang ekstrim, nyeleneh dan terkadang menjijikkan yang membuat masyarakat umum harus berpikir dua kali untuk menyantapnya.

1. Pakasam makan khas suku Banjar

Bagi seseorang yang pakem terhadap pola hidup sehat dan bersih tentu akan menganggap pakasam ini sebagai makanan yang tak layak makan. Bagaimana tidak, pasalnya makanan satu ini baru bisa dikonsumsi setelah didiamkan selama kurang lebih satu minggu. Maka jika dinalar malalui logika makanan ini sudah digolongkan kedalam makanan yang sudah basi. Namun berbeda dengan suku banjar, Kalimanantan Selatan yang justru menjadikan makanan ini sebagai makanan khas suku mereka.

Pakasam adalah salah satu produk bahan makanan yang berasal dari fermentasi ikan air tawar yang rasanya asam. Langkah pertama pembuatan makanan ini yakni dengan cara membersihkan sisik ikan tawar tersebut kemudian didiamkan sembari direndam dengan menggunakan air garam selama dua hari. Setelah itu, ikan yang tersebut dibubuhi bakteri asam laktat dan di diamkan kembali dalam sebuah wadah selama lebih kurang satu minggu. Baru setelah proses tersebut, makanan bernama pakasam ini dapat di konsumsi oleh masyarakat

2. Entong goreng Blora

Sebagian besar masyarakat menganggap bahwa larva merupakan hewan yang menjijikan. Namun hal tersebut nampaknya berbeda bagi beberapa masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Misalnya kota Blora. Salah satu kota penghasil pohon jati terbesar di pulau jawa ini memiliki kebiasaan unik yakni mengkonsumsi larva yang berasal dari ulat daun jati. Warga masyarakat blora biasa menyebutnya dengan istilah “entong”.

Baca juga:
Karak, Makanan Desa Cita Rasa Kota
5 Kuliner Solo yang Harus Anda Cicipi Sebelum Punah

Kendati demikian, entong tersebut hanya muncul ketika musim semi, saat daun pohon jati mulai bersemi. Ular daun jati yang telah bermetamorfosis menjadi kepompong tersebut kemudian dimanfaatkan warga untuk dijadikan makanan. Entong ini biasanya disajikan dalam bentuk olehan makanan yang ditumis atau hanya di goreng saja.

3. Ulat sagu khas Papua

Melihat makanan satu ini bisa jadi akan membuat sebagian orang tak berselera makan untuk beberapa saat. Yap, makanan unik dan juga aneh ulat sagu. Ulat sagu adalah makanan khas papua dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Ulat ini sebenarnya merupakan bentuk larva yang bermetamorfosis menjadi kumbang. Ulat tersebut banyak di temukan di pohon sagu atau pohon kelapa yang telah mati. Meskipun terlihat menjijikkan, ulat sagu ini terna memiliki kandungan protein tinggi, asam amino esensial, metionin, lisin dan sebagainya yang sangat dibutuhkan oleh tubuh seseorang. Ulat sagu ini biasanya dikonsumsi dengan cara dibakar diperapian.

4. Tumis laron

Laron seringkali kita jumpai ketika musim penghujan tiba. Hewan laron merupakan metamorfosa dari rayap kayu yang bersayap dari dasar tanah. Kemunculan hewan satu ini biasanya datang berkoloni dengan jumlah yang besar yakni seketika saat hujan reda. Laron memang tak semenjijikan ulat, larva maupun yang lainnya, sehingga banyak orang yang tidak begitu memandang jijik olahan laron ini.

Baca juga:
Masih Potong Tumpeng dari Atas? Begini yang Benar
Sensasi Makan Rumput Dari Lambung Sapi, Cobalah Pagit-Pagit Kuliner Khas Batak Karo

Laron sendiri memiliki kadandungan protein yang sangat tinggi, sehingga bagi orang dalam keadaan tertentu dapat timbul reaksi gatal-gatal pada kulit. Hewan ini bisanya di sajikan dengan cara di tumis atau di jadikan rempeyek laron.

5. Tumis tawon

Masing membincang terkait larva.  Di beberapa daerah di Indonesia tawon tak hanya dimanfaatkan madunya sebagai obat atau penambah stamina tubuh, tetapi juga dimanfaatkan larvanya untuk dijadikan bahan makanan. Bahkan dalam beberapa daerah dengan kepercayaan adat tertentu seperti di Jepara, olahan tawon ini dijadikan sebagai makanan sesaji. Misalnya ketika hendak kenduri jelang acara syukuran pernikahan atau sunatan. Mereka meyakini dengan menyajikan olahan tawon tersebut akan membawa berkah dengan kedatangan banyak tamu seperti jumlah koloni tawon. Tawon biasanya disajikan dengan cara ditumis atau ada yang menyajikan dengan dijadikan bothok.

6. Paniki

Paniki adalah makanan yang terbuat dari hewan kelelawar atau kalong yang di goreng atau dimasak dengan santan dan aneka rempah. Sehingga cita rasa menjadi lezat. Sekilas memang tampak menjijikkan, namun ternyata makanan ini justru menjadi makanan favorit di kota Manado. Karena berdasarkan keterangannya olahan hewan malam ini memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan tubuh manusia seperti asma dan gatal-gatal. Jadi tak heran jika Paniki ini banyak di gemari masyarakat Manado.

7. Kawok (sate tikus)

Kawok atau sate tikus ini cukup menjadi makanan kontroversial di Indonesia. Pasalnya tikus yang terkenal sebagai hama dan hewan yang jorok ini justru menjadi salah satu makanan daerah di manado. Tikus yang dikonsumsi merupakan sejenis tikus sawah, bukan tikus got yang jorok. Kendati demikian banyak orang yang merasa nyeri untuk mengonsumsinya.

8. Lawar Bali

Nama makanan ini terdengar tidak begitu ekstrim, tetapi ditelisik bahan untuk membuatnya maka akan merasa mual dan jijik mendengarnya. Namun makanan ini cukup terkenal di daerah bali dan bahkan dijadikan sebagai makanan khas disana. Lawar bali terbuat dari daging babi, darah babi yang masih segar dan juga parutan kelapa dan bumbu khas bali. Hmm, benar-benar ekstrim sekali makanan ini, apalagi menggunakan darah babi yang masih segar, cukup terkesan menjijikkan.

Bagaimana menurut kalian? Sudah berani mencoba?. (NA/IB)