Sate Kere Mbak Tug, Warung Sederhana dengan Pengunjung Luar Biasa

Sate Kere Mbak Tug, Warung Sederhana dengan Pengunjung Luar Biasa
Sate Kere khas Solo yang terbuat dari tempe gembus. (Kompas)

Banyak warung sate kere di Solo. Namun, nggak lengkap rasanya ke Solo kalau belum mencicipi Sate Kere Mbak Tug yang cukup tersohor di kalangan masyarakat. Apa istimewanya?

Inibaru.id – Berada di Jalan Arifin, Kepatihan, Solo, atau tepatnya di seberang Depot Es Nini Thowong, warung Sate Kere Mbak Tug mulai buka sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, begitu buka, biasanya warung tak permanen itu bakal langsung dipenuhi pembeli.

Dari segi tampilan, warung Mbak Tug sungguh sederhana dengan menempati sebagian teras rumah. Dengan tambahan satu meja besar dan beberapa kursi plastik, mereka melayani pengunjung yang hampir nggak pernah berhenti berdatangan.

Lapak berjualan Sate Kere Mbak Tug (Tribunnews)

Oya, sate kere merupakan satai dengan bahan berupa tempe gembus. Di Solo, sate kere Mbak Tug memang tiada duanya. Namun, buat kamu yang kurang suka sate kere, warung itu juga menyajikan satai lain seperti babat, jeroan, dan daging sapi.

Tidak seperti kebanyakan warung yang menjual satai per porsi, warung Mbak Tug menjualnya per tusuk. Satu tusuk satai dihargai Rp 2.000. Ini berlaku untuk semua jenis satai.

Dalam penyajiannya, warung Mbak Tug tidak menggunakan piring keramik, melainkan piring anyaman beralas daun pisang.

Tertarik mampir ke sini, Millens? Eits, tunggu waktu buka ya! Ha-ha. (IB23/E03)