Tongseng Emprit dan Kelelawar, Kuliner Ekstrem dengan Rasa yang Enak di Yogyakarta

Tongseng Emprit dan Kelelawar, Kuliner Ekstrem dengan Rasa yang Enak di Yogyakarta
Tongseng emprit. (Sportourism)

Kamu menikmati kuliner ekstrem? Mungkin kamu perlu ke tempat yang satu ini saat berada di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Inibaru.id – DI Yogyakarta adalah surga bagi kamu yang doyan berwisata kuliner. Mulai dari kue tradisional hingga lauk ekstrem bisa kamu dapatkan di provinsi ini. Di Kabupaten Bantul, tepatnya di Dusun Glondong, Desa Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, kamu bisa menjumpai kuliner ekstrem berupa tongseng emprit dan kelelawar.

Dani Iswanto-lah yang memasak makanan-makanan ekstrem ini. Dari luar, warungnya memang tampak sederhana, tapi makanan yang diolahnya menawarkan rasa yang luar biasa.

Saat tongseng emprit disuguhkan, kamu bakal melihat ukuran dagingnya yang kecil. Rasanya empuk karena daging ini sudah melewati proses pengukusan. Selain empuk, bumbunya juga terserap secara sempurna.

Selain tongseng emprit, kuliner yang nggak boleh kamu lewatkan adalah tongseng kelelawar. Sebagian orang mungkin nggak berani menyantap makanan ini karena lebih dulu takut dengan tampilannya.

Meski tampilannya “seram”, rasanya nggak kalah nikmat dibandingkan tongseng emprit, lo. Berani coba? Seporsi tongseng emprit dan tongseng kelelawar dibanderol seharga Rp 16 ribu saja.

Eh, selain kedua jenis hewan itu, Dani juga mengolah daging bajing, landak, dan biawak, lo. Olahan-olahan tersebiut dijual dengan harga sekitar Rp 20 ribu-Rp 30 ribu.

Ckck, memang beneran ekstrem ya. Meski ekstrem, daging hewan-hewan tersebut diyakini mampu menyembuhkan asma, gatal-gatal, hingga diabetes, lo.

Kalau pengin mencicipi aneka kuliner ini, datanglah pada pukul 16.00 WIB. Dani membuka warungnya setiap hari hingga pukul 21.00 WIB. Sebelum meluncur ke sana, cek dulu dompetmu ya. Selamat berwisata kuliner! (IB06/E03)