Tiga Camilan Khas Jawa Tengah yang Enak tapi Hampir Punah

Tiga Camilan Khas Jawa Tengah yang Enak tapi Hampir Punah
Getuk singkong (resepmasakandapurindonesia.blogspot.com)

Di tengah gempuran makanan ringan yang semakin kaya inovasi, jajanan tradisional ini masih eksis meski agak sulit dijumpai.

Inibaru.id – Jawa Tengah menyimpan kekayaan kuliner yang luar biasa, nggak terkecuali untuk urusan camilan. Seiring dengan berkembangnya media sosial, jajanan tradisional pun banyak dijual di sana. Supaya semakin menarik minat pembeli, nggak jarang jajanan tersebut diinovasi supaya tampak kekinian, seperti klepon dan apem.

Sayang, nggak semua jajanan tradisional yang enak "bernasib" seberuntung itu. Kendati masih bisa dijumpai di beberapa tempat, beberapa jajanan ini mulai kehilangan peminat. Apa saja?

  1. Madumongso

http://2.bp.blogspot.com/-LxZs7mp7K8w/VgS7zDqBAqI/AAAAAAAAADQ/w7vMFatvymg/s1600/madumongso%2Bmadiun.jpg

Madumongso (traditionalfoodstation.blogspot.co.id)

Meski nggak mengandung madu, madumongso memiliki rasa yang manis dan asam. Bentuknya yang bulat dan teksturnya yang lengket membuatnya sepintas mirip jenang. Selain menggunakan ketan hitam sebagai bahan dasar, madumongso juga menggunakan gula, santan, dan nanas sebagai bahan campuran.

Supaya tampak menarik, camilan ini biasanya dibungkus dengan kertas berwarna-warni. Sebelum tergusur oleh kue-kue kaleng, madumongso cukup sering disajikan saat momen Lebaran.

  1. Kuping Gajah

https://i2.wp.com/resepkoki.id/wp-content/uploads/2018/01/Resep-Kuping-Gajah.jpg?fit=1418%2C1164&ssl=1

Kuping gajah (resepkoki.co.id)

Sesuai dengan namanya, kuping gajah memiliki bentuk dan warna yang mirip telinga gajah. Seperti madumongso, kudapan ini banyak disajikan warga saat Idul Fitri dan Idul Adha. Umumnya, warna motif pada kuping gajah adalah hitam dan putih. Namun, ada pula yang berinovasi dengan warna putih dan putih kekuningan.

Soal rasa, kuping gajah ini kriuk-kriuk di mulut alias renyah. Kalau kamu kangen makan jajanan satu ini, kamu bisa mencarinya di pasar tradisional.

  1. Getuk

http://sejarahunik.net/wp-content/uploads/2018/01/Gethuk-magelang.jpg

Getuk masih bisa dijumpai di pedesaan Jawa Tengah (sejarahunik.net)

Bagi masyarakat pedesaan di Jawa Tengah, getuk kerap menjadi alternatif sarapan selain jagung dan nasi. Lantaran berbahan dasar singkong yang merupakan karbohidrat kompleks, makanan ini bisa menjadi sumber energi. Dulu, getuk hanya berwarna putih. Sekarang, agar bervariasi dan tampak cantik, sebagian penjual mencampurnya dengan pewarna.

Di Banyumas, ada satu olahan getuk yang digoreng. Rasanya manis. Rasa manis ini berasal dari gula merah yang dibalurkan ke kulit terluar adonan getuk. Supaya ngemilmu makin nikmat, teh adalah minuman yang pas untuk menyantap makanan ini.

Nah, gimana, Millens, penasaran dengan makanan yang kian langka ini? Cobalah berburu ke pasar tradisional. Kalau beruntung kamu bisa menemukan jajanan-jajanan murah-meriah itu. (IB15/E03)